Tabayyun.co.id, Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang dijalankan umat Islam pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Pelaksanaannya berlangsung selama 29 hingga 30 hari.
Ibadah ini wajib bagi umat Islam yang telah baligh dan berakal sehat. Kewajiban tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa Ramadhan dilaksanakan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Selama waktu tersebut, umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang dapat membatalkan puasa.
Berikut sejumlah hal yang dapat membatalkan puasa, sebagaimana dirangkum dari Nahdlatul Ulama Online:
1. Makan dan minum dengan sengaja
Umat Islam dilarang makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa itu meninggalkan makanan dan minuman.” (Hadis Riwayat Bukhari no. 1903).
Namun, jika seseorang makan atau minum karena lupa, puasanya tetap sah.
2. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja
Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, telinga, atau jalur lain yang terhubung ke organ dalam (jauf) dapat membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja.
3. Pengobatan melalui qubul dan dubur
Memasukkan benda melalui qubul atau dubur, seperti terapi medis tertentu atau pemasangan kateter, termasuk hal yang membatalkan puasa.
4. Muntah dengan sengaja
Muntah yang disengaja dapat membatalkan puasa. Sebaliknya, muntah yang terjadi tanpa sengaja tidak membatalkan puasa selama tidak ada muntahan yang tertelan kembali.
5. Melakukan hubungan suami istri
Hubungan intim di siang hari saat berpuasa membatalkan puasa dan mewajibkan kafarat, yaitu puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 fakir miskin jika tidak mampu berpuasa.
6. Keluar air mani dengan sengaja
Keluarnya air mani akibat rangsangan atau perbuatan sengaja membatalkan puasa. Namun, mimpi basah tidak membatalkan puasa.
7. Haid atau nifas
Perempuan yang mengalami haid atau nifas pada siang hari di bulan Ramadhan dinyatakan batal puasanya dan wajib menggantinya di luar Ramadhan.
8. Gangguan jiwa atau hilang akal
Salah satu syarat sah puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang mengalami gangguan jiwa saat berpuasa, puasanya menjadi tidak sah.
9. Murtad
Keluar dari agama Islam atau melakukan perbuatan yang menafikan keimanan menyebabkan puasa tidak sah.
10. Berkata kotor atau dusta
Sebagian ulama berpendapat berkata kotor tidak membatalkan puasa, tetapi menghilangkan pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa).” (HR. Bukhari)
Memahami hal-hal yang membatalkan puasa penting agar ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan benar dan memperoleh pahala yang sempurna.





