TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Persiapan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) dan Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 memasuki tahap penting.
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Bank Indonesia mulai menyeleksi produk kuliner yang akan mengisi Festival Kuliner Gorontalo.
Proses kurasi berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe bersama Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan jajaran.
Dari pihak Bank Indonesia, hadir Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Deputi Kepala Perwakilan BI, serta sejumlah jajaran terkait.
Kurasi menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan produk yang nantinya dipamerkan kepada masyarakat dan wisatawan memenuhi standar dari berbagai aspek. Penilaian mencakup kualitas produk, cita rasa, kemasan hingga daya tarik sebagai produk unggulan daerah.
Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan, produk yang masuk dalam Festival Kuliner Gorontalo diharapkan tidak hanya mengandalkan keunggulan rasa.
“Kami ingin produk kuliner yang tampil dalam Festival Kuliner Gorontalo benar-benar memiliki kualitas dan daya saing. Karena itu, proses kurasi ini penting untuk memastikan produk yang dibawa oleh pelaku usaha tidak hanya enak dari sisi rasa, tetapi juga menarik dari sisi kemasan dan memiliki nilai jual,” ujar Sultan Kalupe.
Menurut dia, kurasi juga menjadi langkah untuk mendorong pelaku usaha kuliner meningkatkan kualitas produknya agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Festival Kuliner Gorontalo nantinya menjadi salah satu agenda dalam rangkaian GKK dan HARFEST 2026. Selain menjadi ruang promosi kuliner, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat geliat ekonomi kreatif di daerah.
GKK dan HARFEST 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–13 September 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo.
Kolaborasi Pemprov Gorontalo dan Bank Indonesia diharapkan dapat memberikan manfaat lebih jauh bagi pelaku usaha. Event tersebut tidak hanya ditargetkan menjadi hiburan dan ruang promosi budaya, tetapi juga menjadi tempat bertemunya produk lokal dengan calon konsumen.
Bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Produk yang lolos kurasi diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk bersaing di pasar domestik. Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas produk juga dapat membuka peluang pemasaran ke pasar yang lebih luas.
Sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Gorontalo. Kualitas produk, inovasi, promosi, dan akses pasar menjadi sejumlah aspek yang terus didorong.
Dengan persiapan yang semakin matang, GKK dan HARFEST 2026 diharapkan tak berhenti sebagai agenda tahunan. Festival ini diharapkan mampu menjadi etalase budaya dan kreativitas Gorontalo sekaligus memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.







