Bupati Ismet Mile Sebut Rotasi Jabatan sebagai Uji Menuju Karier Lebih Tinggi

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO — Bupati Bone Bolango Ismet Mile memberikan sejumlah penekanan kepada para pejabat yang baru dilantik.

Ia meminta mereka tidak mengabaikan aturan, mengganggu soliditas birokrasi, maupun membuat pelayanan publik tersendat.

Pesan tersebut disampaikan Ismet saat melantik dan mengambil sumpah Pejabat Administrator, Pengawas, serta Kepala Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

Pelantikan berlangsung di Ruang Lupa Lelah, Selasa (22/9/2026).

Menurut Ismet, jabatan yang diberikan kepada seorang aparatur bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan. Amanah tersebut harus dibuktikan melalui kinerja, kepatuhan terhadap ketentuan, loyalitas, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau ada masalah jangan dilakukan tanpa ada penyelesaian. Saya berharap semua tunduk, taat dan patuh terhadap berbagai ketentuan peraturan yang berlaku,” tegas Ismet.

Baca Juga :  Silahturahmi bersama Bupati, Grib Jaya Gorontalo Dukung Program Pembangunan Bone Bolango, Termasuk Akses Jalan Pinogu

Ia mengingatkan para pejabat agar memahami regulasi yang menjadi dasar dalam menjalankan tugas.

Menurut Ismet, kemampuan mengelola bidang kerja saja belum cukup. Setiap pejabat harus mengetahui batas kewenangan serta aturan yang mengatur setiap keputusan pemerintahan.

Karena itu, ia meminta pejabat yang baru dilantik tidak berhenti belajar dan terus memperdalam berbagai regulasi yang berkaitan dengan tugas masing-masing.

“Kalau menjadi pejabat harus belajar tentang aturan. Jangan mengabaikan aturan,” ujarnya.

Selain persoalan regulasi, Ismet juga menyoroti hubungan kerja antaraparatur di lingkungan organisasi perangkat daerah.

Ia meminta setiap persoalan internal diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Perselisihan antarpegawai, kata dia, jangan sampai berkembang dan mengganggu jalannya pemerintahan.

Baca Juga :  Sebelum Dinonaktifkan, Ramla Djafar Diberi Dua Opsi oleh Bupati Ismet Mile

Menurut Ismet, efektivitas birokrasi membutuhkan koordinasi serta garis komando yang jelas. Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan secara konsisten hingga ke tingkat pelayanan masyarakat.

Ia juga mengingatkan para pejabat agar menghormati pimpinan masing-masing.

“Jangan mencoba-coba melawan pimpinan. Hormati atasan Anda,” tegasnya.

Ismet menjelaskan, menghormati pimpinan merupakan bagian dari tata kerja organisasi. Hal tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan ruang aparatur dalam menjalankan tugas, tetapi menjaga agar seluruh perangkat pemerintahan tetap bekerja sesuai mekanisme.

Ia juga meminta para pejabat tidak menjadikan kemampuan maupun keberanian pribadi sebagai alasan untuk mengabaikan sistem kerja birokrasi.

Di sisi lain, Ismet menegaskan bahwa perpindahan atau rotasi jabatan tidak selalu berkaitan dengan sanksi.

Baca Juga :  PT Gorontalo Minerals Gelar Ramadhan Untuk Negeri, Anak Yatim Bone Raya Terima Santunan

Menurut dia, penempatan aparatur pada posisi tertentu dapat menjadi bagian dari proses untuk mengukur kemampuan sekaligus memberikan ruang pengembangan karier.

Bahkan, sejumlah pejabat yang baru dilantik disebut sedang dipersiapkan untuk mengikuti tahapan menuju jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Ini bukan hukuman. Ini merupakan uji coba menuju jabatan yang lebih diatasnya,” kata Ismet.

Ia menegaskan kesempatan untuk mengembangkan karier tetap terbuka bagi aparatur yang memenuhi persyaratan dan mampu menunjukkan kinerja.

Karena itu, Ismet mendorong para pejabat membangun persaingan secara sehat. Kemampuan, integritas, dan hasil kerja harus menjadi bagian yang ditunjukkan dalam menjalankan amanah.

“Semua kita punya peluang. Mari bertarung secara sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *