Isu Pemakzulan Mengemuka, Fanka : Publik Hanya Minta Klarifikasi Bupati

Tabayyunn.co.id, BONE BOLANGO -Pernyataan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, dan Tim Hukum Pemerintah Kabupaten yang belakangan beredar di publik dinilai sebagai bentuk pengalihan isu dari persoalan utama.

Publik Gorontalo, sejatinya, tidak sedang memperbincangkan isu pemakzulan, melainkan mempertanyakan kebenaran isi rekaman pembicaraan pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bone Bolango yang diduga beraroma nepotisme dan pembagian proyek dengan menyeret nama keluarga bupati.

Fanly Katili menilai, upaya membawa persoalan ini ke ranah politik justru tidak nyambung dengan substansi yang menyentuh integritas pemerintahan dan moralitas pejabat publik.

“Ini bukan soal politik. Ini soal moral, integritas, dan tanggung jawab publik seorang kepala daerah,” ujarnya. Senin (27/10/25).

Baca Juga :  Pantai Oluhuta Diselimuti Bendera Raksasa, Simbol 80 Tahun Kemerdekaan

Menurut Fanly, jika Bupati merasa terusik dengan suara publik, yang perlu dijawab bukan siapa penyebar rekaman, melainkan apakah benar isi rekaman tersebut?

Sebab, masyarakat Bone Bolango berhak tahu, apakah benar terjadi praktik bagi-bagi proyek yang melibatkan keluarga bupati di dalam sistem pemerintahan yang seharusnya bersih dari konflik kepentingan.

Fanly juga menyoroti sikap tim hukum Pemkab yang meminta dirinya untuk tidak “membuat gaduh”.

“Apakah ‘GADUH’ dimaksud adalah batin yang sedang gelisah karena kebenaran yang mulai terungkap akibat bocornya rekaman yang kini menjadi perbincangan luas? Jika kegelisahan itu yang dimaksud, maka itu sesuatu yang wajar,” kata Fanly.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Apresiasi Sistem Kupon SPBU Suwawa untuk Atasi Antrean BBM

Ia menegaskan, “Kegaduhan itu adalah manifestasi dari kegelisahan.”

Fanly menyindir, tugas hukum yang baik bukanlah menutup mulut publik, tetapi membuka tabir kebenaran.

“Seorang pengacara seharusnya peka terhadap substansi masalah, bukan sekadar menjadi perisai kekuasaan,” ucapnya.

Ia menilai, peran tim hukum semestinya memberi masukan positif kepada bupati, bukan menenangkan dengan bisikan menyesatkan.

“Jangan sampai Bupati justru runtuh dengan bisikan-bisikan yang menyesatkan dan menjadi ancaman kekuasaannya,” tambahnya.

Ia mengingatkan, banyak pemimpin tumbang bukan karena lawan politik, tetapi karena orang di sekelilingnya.

“Bone Bolango tidak butuh drama pengalihan isu. Yang dibutuhkan rakyat adalah klarifikasi yang jujur, transparan, dan terhormat,” tegasnya.

Baca Juga :  Ditekan Kinerja, Tapi Tak Digaji: Suara Kritik untuk BUMDes

Fanly, yang juga Advokat Gorontalo itu mengingatkan agar Bupati tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang pernah menjerat pendahulunya.

“Jangan pernah mengecewakan rakyat dengan metode yang sama, jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk memperbaiki kepemimpinan hari ini,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan penegasan, isu ini bukan tentang politik apalagi pemakzulan.

“Ini murni soal kejujuran dalam memimpin dan keberanian menghadapi kebenaran. Selama nurani rakyat masih hidup, tidak ada kekuasaan yang bisa menutupi fakta. Sekali lagi publik menunggu jawaban Bupati tentang kebenaran isi rekaman pembicaraan yang terindikasi oleh pejabat ULP. Hentikan isu murahan tentang pemakzulan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *