SMK PPN Gorontalo Jadi Lokasi Praktik Lapangan bagi Peserta Diklat Calon Kepala Sekolah 2025

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Pelaksanaan Diklat Calon Kepala Sekolah 2025 berlangsung dinamis di SMK PPN Gorontalo. Sekolah vokasi pertanian tersebut ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kantor GTK Provinsi Gorontalo sebagai sekolah mentor sekaligus lokasi praktik lapangan bagi lima peserta program.

Dalam kegiatan yang berlangsung empat hari itu, para calon kepala sekolah mengikuti rangkaian pembelajaran terstruktur yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi kepemimpinan. Selain materi konseptual, peserta diajak melihat langsung proses pembelajaran di kelas, memahami tata kelola sekolah, meninjau manajemen keuangan internal, hingga mempelajari penerapan inovasi di unit produksi dan layanan digital sekolah.

Baca Juga :  Tunaikan Janji Politik Pilkada, Partai Gerindra Gorontalo Umrohkan Delapan Orang

Pendekatan kolaboratif yang diterapkan SMK PPN Gorontalo membuat proses mentoring berjalan cair. Peserta diberi kesempatan berdiskusi dengan guru, ketua program keahlian, hingga tenaga administrasi untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai operasional sekolah dan praktik manajemen pendidikan.

Baca Juga :  Kadin Provinsi Gorontalo, Tak Menyetujui Mukab Bone Bolango

Kegiatan ini mendapat perhatian dari pemerintah. Kepala Kantor GTK Provinsi Gorontalo, Eky Aristanto Punu, bersama perwakilan Direktorat KSPSTK Jakarta, Alex, hadir meninjau langsung jalannya program. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap upaya SMK PPN Gorontalo dalam memastikan mutu pelaksanaan diklat.

Kepala SMK PPN Gorontalo menyebut penunjukan sekolahnya sebagai mentor merupakan tanggung jawab besar. “Kami ingin berbagi pengalaman agar para calon kepala sekolah memiliki bekal kuat untuk memimpin. Pendidikan adalah kerja bersama, dan kami senang dapat menjadi bagian dari proses ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Sri Wahyuni Jelaskan Penyebab Skor Monev KIP Gorontalo Terlihat Rendah

Program mentoring ini diharapkan melahirkan pemimpin sekolah yang lebih adaptif, peka terhadap kebutuhan peserta didik, serta mampu mendorong transformasi positif di lingkungan pendidikan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *