Munas MUI 2025, Andi Ilham Bawa Aspirasi Gorontalo ke Forum Nasional

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, H. Andi Ilham, SE, turut menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) MUI 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 20–23 November 2025. Kehadirannya bersama pengurus MUI Gorontalo didasarkan pada Surat Tugas Nomor A-020/DP-MUI/GTO/XI/2025.

Munas MUI 2025 menjadi forum resmi bagi seluruh perwakilan MUI provinsi dalam merumuskan arah kebijakan organisasi, memperkuat program keumatan, hingga merespons isu-isu strategis keagamaan dan kebangsaan.

Baca Juga :  Istana Cabut Kartu Liputan Wartawan CNN Usai Pertanyaan soal MBG

Andi Ilham menyampaikan bahwa partisipasi MUI Gorontalo dalam forum nasional tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga konsolidasi kelembagaan serta memperkuat peran ulama di daerah.

“Kami membawa aspirasi dan pandangan MUI Gorontalo untuk dibahas bersama secara nasional. Munas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerak ulama dalam menyikapi tantangan umat,” ujarnya.

Baca Juga :  Budisatrio Djiwandono Siap Pimpin Karang Taruna, Ini Alasannya

Ia menambahkan bahwa MUI di tingkat provinsi memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai keagamaan tersampaikan dengan cara yang bijaksana dan relevan dengan perkembangan masyarakat.

“Harapan kami, hasil Munas nanti mampu memperkuat peran MUI dalam pembinaan umat, moderasi beragama, serta ketahanan moral di tengah dinamika sosial yang makin kompleks,” tambahnya.

Ketua Umum MUI Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI, memberikan apresiasi kepada pengurus yang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Daftar Anggaran Kementerian yang Bakal Dipangkas pada 2026

“Kami percaya para utusan MUI Gorontalo dapat berkontribusi aktif dalam forum Munas. Ini adalah ruang penting untuk memastikan bahwa suara daerah terwakili dalam rumusan kebijakan nasional MUI,” ungkapnya.

Munas MUI 2025 dijadwalkan membahas berbagai agenda strategis, seperti penguatan kelembagaan, penyempurnaan fatwa, isu kebangsaan, hingga konsolidasi keulamaan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *