Tabayyun.co.id, GORONTALO,OPINI — Kontestasi menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo tahun ini bergerak ke arah yang lebih kompetitif. Aldi Andalan Uloli, salah satu sosok yang ikut bertarung, tidak lagi berada pada lintasan yang mudah sebagaimana pemilihan sebelumnya.
Meski datang dari keluarga yang memiliki rekam jejak kuat di sektor usaha, langkah Aldi kini berhadapan dengan deretan figur baru yang ikut meramaikan gelanggang. Munculnya para kandidat dengan basis dukungan berbeda membuat dinamika pemilihan semakin terbuka.
Para penantang berasal dari spektrum yang beragam, mulai dari pengusaha muda yang agresif hingga profesional yang telah lama berkutat dalam jaringan industri di Gorontalo.
Nama-nama seperti Andi Ilham, serta kemungkinan majunya Erwin Ismail dan petahana Muhalim Litty, menjadikan peta pertarungan semakin sulit ditebak.
Di tengah meningkatnya tensi politik organisasi, arus komunikasi antarpendukung kandidat turut menghangat. Balas-membalas pernyataan melalui pemberitaan memperlihatkan bagaimana suhu persaingan ikut naik jelang Musprov Kadin.
Kendati atmosfernya kian kencang, publik tetap menunggu arah baru organisasi ini. Kadin Gorontalo diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih konkret bagi pelaku usaha dan roda ekonomi daerah.
Bagi Aldi, situasi tersebut menjadi ruang pembuktian. Ia dituntut menunjukkan kapasitas dan gagasannya tanpa bertumpu pada reputasi sang ayah, terlebih ketika wajah-wajah baru terus masuk ke arena kontestasi.
Dengan kompetisi yang makin tajam, seluruh kandidat dihadapkan pada ujian yang setara. Musprov Kadin tahun ini menjadi momentum bagi setiap nama, termasuk Aldi Uloli, untuk menegaskan kesiapan mengelola organisasi yang menaungi pelaku usaha terbesar di provinsi tersebut.
Musprov Kadin Provinsi Gorontalo dijadwalkan digelar pada Desember atau sebelum akhir 2025.






