Panen Jagung bersama Pangdam XIII/ Merdeka Produksi 7.6 Ton Per Hektar

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Panen raya jagung digelar di lahan Batalion Teritorial 824/Mo’ea, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail diwakili Sekda Sofian Ibrahim, serta Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad dan juga Forkopimda Gorontalo.

Panen dilakukan di atas lahan seluas 18 hektare dengan produktivitas mencapai 7,6 ton jagung kering panen per hektare. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan hasil produksi jagung di Gorontalo pada tahun 2026.

Jasin menyebut panen raya ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI Angkatan Darat, dan pihak swasta. Menurut dia, sinergi tersebut sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI.

Sebagai mitra swasta, PT Gorontalo Pangan Sejahtera terlibat sejak tahap awal budidaya hingga pascapanen. Perusahaan tersebut turut mendukung penyediaan sarana produksi sekaligus penyerapan hasil panen.

Baca Juga :  Mutasi Pejabat Gorontalo Dipercepat, Adhan Dambea Soroti Etika dan Kinerja

“Perusahaan telah memberikan dukungan berupa penyediaan benih jagung, pupuk, pestisida, serta pengolahan lahan, sekaligus menjadi off taker atau pembeli hasil panen jagung milik Yonif TP 824/MO’E’A,” jelas Jasin.

Ia menegaskan bahwa kemitraan ini tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Saya merasa bersukur karena program ini berhasil dilaksanakan dimana pada hari ini dibuktikan dengan panen raya jagung yang dihadiri bersama Bapak Pangdam XIII/ Merdeka, Gubernur, Bupati Gorontalo dan forkopimda, hasil Produksi yang dicapai yaitu Jagung kering panen 7.6 Ton per Ha. “ Ungkap Jasin.

Selain mendukung ketahanan pangan, sektor jagung juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Sepanjang 2025, nilai transaksi perdagangan jagung Gorontalo tercatat mencapai Rp 2,86 triliun dengan total volume distribusi 521.662 ton.

Baca Juga :  Fikram: HUT DPRD Jadi Momentum Evaluasi Kedisiplinan Anggota

Nilai tersebut meningkat lebih dari Rp 219 miliar dibandingkan tahun 2024. Jagung dari Gorontalo didistribusikan ke sejumlah daerah, antara lain Jakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, Padang, Lampung, Cirebon, dan Makassar.

Dengan adanya bantuan benih serta alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian, Jasin menyatakan optimistis produksi jagung nasional akan terus meningkat dan menopang target swasembada.

Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya menjaga posisi daerah sebagai salah satu lumbung jagung nasional. Melalui Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim, Pemprov menyebut Gorontalo menjadi satu-satunya provinsi yang rutin ditunjuk pemerintah pusat untuk kegiatan ekspor jagung.

Pemerintah daerah terus mendorong perluasan dan intensifikasi lahan, serta memperkuat dukungan pra panen dan pascapanen agar produksi petani tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan ekspor nasional.

Baca Juga :  Idah Syahidah Bagikan Inspirasi dan Pengalaman Pramuka di Peran Saka Nasional 2025

Letkol Inf Anjas Suryana Putra, Danyonif TP 824/MO’E’A

Di lokasi yang sama, Letkol Inf Anjas Suryana Putra, Danyonif TP 824/MO’E’A, memaparkan pengelolaan lahan pangan yang dilakukan satuannya.

“kegiatan panen jagung dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan. Jadi, kegiatannya dilakukan di lahan kami,” ujarnya.

“Selanjutnya, kami di daerah Sumalata juga sudah menanam lima belas hektare jagung dan sepuluh hektare. itu untuk padi yang lain kami tanam sayur-sayuran,dan itu sudah banyak sekali dan sudah panen berkali-kali. Nah, untuk sektor peternakan, kita juga ada ayam, domba, ada juga rusa, ada bebek, sapi,ayam, ikan, dan kita juga sekarang puncaknya kami sedang merencanakan pembuatan keramba jaring apung,Kami mau membudidayakan ikan Gorapu dan ikan bubara,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar