Tabayyun.co.id, GORONTALO — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 mencapai 3,42 persen, atau naik 0,29 persen poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (5/11/2025), Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, mengungkapkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan adanya perubahan dalam struktur ketenagakerjaan di provinsi tersebut.
Menurut Dwi, jumlah penduduk usia kerja di Gorontalo pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 946.299 orang. Dari total itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 0,66 persen poin, menjadi 69,29 persen.
Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 633.263 orang, meningkat sebanyak 1.079 orang dibandingkan Agustus 2024.
“Penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mencapai 246.112 orang atau 38,86 persen, naik 0,31 persen poin dibandingkan Agustus 2024,” jelas Dwi Alwi Astuti.
Ia menambahkan, meski terjadi kenaikan dalam sektor formal, beberapa indikator lain menunjukkan dinamika yang perlu dicermati. Persentase setengah pengangguran turun 1,67 persen poin, namun pekerja paruh waktu justru meningkat 2,21 persen poin dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan TPT ini, kata Dwi, perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif serta mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.
BPS menilai tren tersebut bisa menjadi sinyal perlunya strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi produktif, khususnya bagi kelompok usia muda dan tenaga kerja dengan pendidikan menengah ke bawah.






