BPS Provinsi Gorontalo : Luas Panen Jagung Gorontalo Tahun 2025 Capai 132,83 Ribu Hektare

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo memproyeksikan adanya peningkatan luas panen dan produksi jagung pipilan pada tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, dalam konferensi pers penyebarluasan informasi statistik kepada masyarakat, Senin (3/11/2025).

Menurut Dwi, luas panen jagung pipilan pada 2025 diperkirakan mencapai 132,83 ribu hektare, naik sekitar 4,60 ribu hektare atau 3,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 128,23 ribu hektare.

Baca Juga :  Undangan Terlambat dan Keluhan Berulang, Koperasi Bar-bar Kritik Pelayanan Dishub Provinsi

Selain itu, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen juga diperkirakan mengalami kenaikan. Dwi menjelaskan, total produksi jagung tahun ini mencapai 647,76 ribu ton, meningkat 21,79 ribu ton atau 3,48 persen dibandingkan produksi pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 625,97 ribu ton.

Peningkatan tersebut, kata Dwi, menunjukkan bahwa produktivitas sektor pertanian jagung di Gorontalo terus membaik seiring dukungan kebijakan pemerintah daerah dan inovasi petani dalam mengelola lahan serta penggunaan benih unggul.

Baca Juga :  PORDI Gorontalo Siap Meriahkan Indonesia Domino Tournament 2025, Dorong Sportivitas dan Persatuan

“Luas panen jagung pipilan pada 2025 diperkirakan sebesar 132,83 ribu hektare, mengalami peningkatan sebanyak 4,60 ribu hektare atau 3,59 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang sebesar 128,23 ribu hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 diperkirakan sebesar 647,76 ribu ton, mengalami peningkatan sebanyak 21,79 ribu ton atau 3,48 persen dibandingkan pada 2024 yang sebesar 625,97 ribu ton,” ujar Dwi.

Baca Juga :  Idah Syahidah Bagikan Inspirasi dan Pengalaman Pramuka di Peran Saka Nasional 2025

Dengan capaian tersebut, Gorontalo diprediksi tetap menjadi salah satu provinsi penyumbang utama produksi jagung nasional. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat dukungan terhadap petani agar produktivitas dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *