Tabayyun.co.id, GORONTALO — Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Gorontalo menutup rangkaian kegiatan buka puasa bersama (bukber) Ramadan di Masjid Al-Ardan, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Senin (09/03/2026).
Kegiatan yang merupakan agenda bukber ke-8 KKSS Gorontalo ini dihadiri ribuan masyarakat. Sejumlah tokoh daerah juga tampak hadir, mulai dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, hingga pimpinan perguruan tinggi.
Acara tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antar warga, khususnya masyarakat perantau asal Sulawesi Selatan yang menetap di Gorontalo, sekaligus memperkuat silaturahmi dengan masyarakat setempat.
Suyuti selaku tuan rumah penyelenggara menjelaskan, tradisi buka puasa bersama warga KKSS memiliki sejarah panjang. Awalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana dari rumah ke rumah warga.
“Sebenarnya dari dulu itu sejarahnya tradisinya dari rumah ke rumah. Kenapa warga KKSS itu Kerukunan keluarga Sulawesi Selatan melaksanakan buka puasa dari rumah warga ke rumah warga supaya silaturahim itu terbentuk.Bagaimana nasib di perantauan? Di situlah kita harus Kita saling menyapa,”ucap Suyuti dalam sambutannya.
Seiring berjalannya waktu kata Suyuti, semakin hari semakin tumbuh, semakin banyak maka kita sudah tidak mampu lagi menampung kalau dari rumah ke rumah.
“Maka sekarang keluarga KKSS itu ada berbukanya di Gedung-gedung dan ada juga di masjid,” ujarnya.

Menurut Suyuti yang juga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu menyampaikan, kegiatan tersebut kini tidak hanya diikuti warga KKSS, tetapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat Gorontalo. Hal itu mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan antar warga di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, seperti yang terlihat sekarang yang buka puasa hari ini bukan hanya keluarga KKSS melainkan juga masyarakat Gorontalo. Tentunya, Saya merasa bangga juga karena lewat kegiatan ini kita bisa menyatuh,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.









