Tabayyyun.co.id, Gorontalo — Sejumlah tokoh masyarakat bersama perwakilan elemen aksi kembali menggelar pertemuan untuk membahas rencana Demonstrasi Jilid Dua terhadap Bank SulutGo (BSG).
Konsolidasi ini digelar sebagai respons atas komitmen BSG yang sebelumnya berjanji memenuhi dua permintaan Pemerintah Kota pada Senin pekan ini.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu malam (16/11) dan dihadiri oleh Wali Kota Nixon Ahmad, Zulfikar Tahuru, Ariston Tilameo, Totok Bachtiar, Erman Latjengke, Risman Taha, Hais Nusi, Rizal Datau, Erwin Giasi, serta tim kuasa hukum. Diskusi yang berjalan intens itu menyoroti sikap BSG dan kemungkinan langkah yang diambil apabila hasil dialog tak mencapai kesepakatan.

Para peserta menyepakati bahwa aksi lanjutan terbuka untuk dilakukan jika pihak bank absen dalam pertemuan mendatang atau jika dialog tidak menghasilkan penyelesaian yang pasti.
Menurut salah satu peserta konsolidasi, massa dari berbagai kelurahan telah siap diturunkan jika tidak ada titik temu.
“Kalau mereka tidak hadir, atau hadir tetapi tidak ada titik temu, pasti akan ada demo kembali. Bahkan seluruh kelurahan siap kami gerakkan untuk aksi. Dan yang akan turun adalah rakyat,” ujar sumber pada pertemuan itu.
Peserta lainnya juga menegaskan kemungkinan pergerakan massa.
“Pokoknya kalau mereka tidak hadir, atau ketika mereka hadir tapi tidak ada titik temu, pasti mo demo kembali dan akan diduduki BSG,” sambungnya.
Konsolidasi ini disebut sebagai bentuk kesiapan masyarakat untuk memastikan tuntutan mereka mendapat respons jelas dan bertanggung jawab dari pihak BSG.






