Fatmawati Menangis Haru Saat Terima Kursi Roda dari Wali Kota Adhan

Tabayyun.co.id, Gorontalo – Suasana Pasar Sentral yang biasanya ramai mendadak berubah hening pada Jumat (5/12) sore. Sejumlah pengunjung melihat seorang penyandang disabilitas, Fatmawati Djibu, meneteskan air mata saat menerima bantuan kursi roda dari Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Peristiwa itu terjadi setelah Fatmawati mengikuti penyaluran bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) sebesar Rp2 juta bersama 29 penerima lain di lantai II Pasar Sentral. Saat hendak pulang, ia terlihat merangkak menuju lantai dasar, sehingga menarik perhatian Wali Kota Adhan.

Baca Juga :  Reses Meyke Camaru: Fokus pada Program Bantuan Pangan dan Pasar Murah Bersubsidi Hadir November Ini

Melihat kondisi tersebut, Adhan langsung memanggil ajudannya, Fadjar Milama.

“Belikan kursi roda di Ibnu Sina,” ucap Adhan kepada Fadjar.

Ajudan kemudian bergegas membeli kursi roda, sementara Adhan menunggu di lantai I. Kehadirannya sempat membuat para pedagang bertanya-tanya, hingga kursi roda tiba dan diserahkan kepada Fatmawati.

“Bagini bilang pemimpin. Peduli dengan warganya,” ujar seorang tokoh masyarakat yang menyaksikan momen itu.

Baca Juga :  Jelang Operasi Zebra, Polres Gorontalo Matangkan Taktik dan Sasaran Penindakan

Fatmawati tak mampu menahan tangis saat duduk di kursi roda yang baru ia terima. Ia kemudian mencium tangan Wali Kota Adhan sebagai bentuk terima kasih.

“Terima kasih, pak. Ini impian saya sudah lama,” ujarnya.

Perempuan yang tinggal di kos-kosan di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi itu mengaku selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

“Saya tinggal di Dungingi. Saya hanya jualan di kios. Suami saya tukang bangunan. Jadi, jangankan membeli kursi roda, untuk makan saja kadang susah,” tuturnya.

Baca Juga :  Kisah Dua Anak Muda di Balik Wajah Baru Pasar Sentral Gorontalo: Dari Ide Murni ke Polemik Birokrasi Pemkot

Mendengar pengakuan itu, Wali Kota Adhan tampak terharu. Ia menyebut kondisi keuangan pemerintah kota menghadapi tantangan, termasuk kewajiban menuntaskan piutang daerah dan berkurangnya dana transfer pusat. Meski begitu, ia menegaskan tetap berupaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Dia mengatakan berbagai keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *