Tabayyun.co.id, GORONTALO – Pertemuan Kadin Provinsi Gorontalo kembali digelar dengan suasana diskusi yang lebih terbuka. Sejumlah peserta menilai forum tersebut memberi arah positif bagi organisasi, terutama dalam mempersiapkan agenda strategis tahun 2025 hingga 2026.
Salah satu peserta, Rini Luawo, menyampaikan pandangannya terhadap dinamika yang terjadi menjelang pemilihan ketua umum.
“Saya dari masyarakat akademisi itu merasa ada harapan yang baik ke depan karena atmosfer yang dibangun adalah atmosfer diskusi,” ujarnya. Selasa (25/11/25).
Menurut Rini, pola dialog ini penting untuk memperkuat fungsi Kadin sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan konsep pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa kontestasi pemilihan ketua umum yang memanas merupakan bagian dari dinamika wajar organisasi.
“Saya rasa kalau di sebuah kontestasi itu pasti ada. Bagaimana kita ada dinamika, tapi menurut saya, dinamika itu ya nggak masalah karena memang setiap persoalan pasti ada solusinya,” ucapnya.
Ia menyinggung kondisi organisasi yang sempat vakum akibat ketua umum sebelumnya fokus pada pemulihan kesehatan, sehingga sejumlah agenda belum berjalan maksimal. Karena itu,
ia berharap kehadiran kandidat baru dapat membawa perbaikan.
“Nah, memang ini agak vakum karena ketua umum incumbent kita itu dalam keadaan tidak siap… sehingga memang kita agak kehilangan kemudi,” katanya.
Salah satu kandidat yang memberi presentasi, Aldi, mendapat perhatian karena menaruh fokus besar pada penguatan UMKM.
“UMKM itu adalah punggung ekonomi,” kutip Rini, yang menilai pandangan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah.
Ia menerangkan bahwa UMKM merupakan sektor ekonomi kerakyatan yang menyentuh lapisan menengah ke bawah, sehingga perlu mendapat perhatian khusus.
Rini juga menegaskan kembali peran Kadin sebagai lembaga yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Ia berharap pemimpin selanjutnya mampu membawa Kadin lebih berkembang.






