Tabayyun.co.id, Gorontalo — Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram AZ. Salilama, menyampaikan catatan mengenai salah satu unsur dekorasi pada podium dalam sebuah kegiatan resmi.
Menurut Politisi senior Golkar itu, bentuk visual dekorasi tersebut tampak menyerupai simbol tertentu sehingga berpotensi memunculkan tafsir yang mengarah pada isu keagamaan di kalangan masyarakat.
Fikram menjelaskan, elemen dekoratif di ruang acara pemerintah perlu ditata secara cermat agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru saat pejabat berbicara di hadapan publik.
“Ketika seseorang berbicara di podium, fokus pasti tertuju ke bagian depan. Jika ada bentuk visual yang dapat menimbulkan penafsiran tertentu, itu bisa menjadi persoalan. Kita ingin menghindari hal-hal yang tidak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.
Ia juga menanggapi sejumlah pernyataan yang beredar terkait dirinya. Fikram menegaskan bahwa komentar yang ia sampaikan murni berupa masukan berdasarkan apa yang dilihat langsung di lokasi.
“Orang bilang saya menyampaikan berbagai hal, padahal tidak. Saya hanya memberi masukan sesuai yang saya amati. Ini semata-mata agar tidak muncul penafsiran yang keliru,” tegasnya.
Di sisi lain, Fikram turut mengapresiasi konsep dekorasi utama ruang sidang yang mengangkat tema pangan dan hasil pertanian lokal. Ia menilai langkah tersebut mempertegas peran sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Ini bukti bahwa Gorontalo memiliki potensi pangan yang besar dan petani yang harus terus didorong. Jika produksi meningkat, pemerintah tentu akan lebih fokus memberikan dukungan, termasuk kebutuhan pupuk dan pengembangannya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia juga menilai beberapa elemen dekorasi lainnya masih perlu disempurnakan agar lebih mencerminkan keberagaman dan sensitivitas antarkelompok masyarakat.
Fikram berharap masukan tersebut dapat menjadi perhatian panitia penyelenggara pada kegiatan berikutnya, terutama dalam memastikan aspek visual tidak memicu tafsir yang tidak perlu dan tetap mendukung kondusivitas pembangunan daerah.
Ia kembali menekankan pentingnya ketelitian dalam memilih bentuk dekorasi podium agar tidak menimbulkan beragam tafsir yang dapat dihindari sejak awal.






