Tabayyun.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, H. Fikram A.Z Salilama, menyoroti kondisi kantor penghubung Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berada di Jakarta. Ia menilai fasilitas tersebut belum mampu merepresentasikan citra daerah jika dibandingkan dengan kantor penghubung milik provinsi lain.
Menurut Fikram, kantor penghubung memiliki peran penting sebagai etalase daerah sekaligus pusat layanan bagi warga Gorontalo dan pejabat daerah yang berkegiatan di ibu kota. Namun, perhatian pemerintah daerah terhadap fasilitas tersebut dinilai masih belum optimal.
Ia menyebut kondisi anjungan dan kantor penghubung Gorontalo terkesan kurang terawat. Padahal, fasilitas tersebut rutin dimanfaatkan oleh anggota DPRD, jajaran eksekutif, hingga organisasi perangkat daerah dalam menunjang aktivitas pemerintahan.
Selain kondisi fisik, Fikram juga menyinggung kebijakan penganggaran. Ia meminta agar kantor penghubung tidak menjadi sasaran efisiensi anggaran, mengingat fungsinya yang strategis dalam pelayanan dan koordinasi pemerintahan.
Kritik tersebut disampaikan Fikram dalam rapat bersama pemerintah daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia mendorong adanya perubahan orientasi dalam penentuan skala prioritas anggaran ke depan.
“ Saya minta Pemerintah Provinsi harus memperhatikan kantor penghubung Gorontalo yang ada di Jakarta,” tegas Fikram. Senin (22/12/25).
Ia menambahkan, persoalan tersebut bukan hanya menjadi keluhan pribadi, melainkan dirasakan oleh banyak anggota legislatif.
“ hampir semua anggota DPRD Provinsi mengeluhkan persoalan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fikram yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo meminta anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo agar memberikan perhatian khusus terhadap penguatan kantor penghubung.
“ Ini saya minta juga kepada anggota Banggar DPRD agar memperhatikan juga hal ini,” tambahnya
Ia berharap, kritik yang disampaikan dapat menjadi masukan serius bagi pemerintah daerah agar kantor penghubung Gorontalo di Jakarta dapat berfungsi optimal sebagai wajah daerah dan pusat pelayanan bagi masyarakat.






