Tabayyun.co.id, GORONTALO — Penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Minggu (07/12/2025) menuai kritik dari sejumlah peserta. Alih-alih meninggalkan kesan positif sebagai ajang tahunan, gelaran tersebut justru dilaporkan menghadirkan pengalaman kurang menyenangkan terkait pelayanan medis.
Salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejumlah peserta sempat tumbang saat mengikuti lomba. Ia menilai perhatian medis dari panitia masih jauh dari memadai.
“kita pe taman dapa akan kram di km 3, nanti di sentral baru dapat semprot-semprot,” ujarnya, Minggu (07/12/2025).
Menurut dia, persoalan tidak hanya terjadi di lintasan. Dalam antrean pengambilan medali untuk kategori 5K, beberapa peserta juga dikabarkan pingsan akibat tidak adanya penanganan cepat dari petugas.
Kondisi ini disayangkan banyak pihak, mengingat GHM merupakan salah satu agenda besar daerah yang turut diikuti peserta dari berbagai provinsi. Seharusnya, pelaksanaan ajang ini dapat mencerminkan kesiapan dan profesionalitas panitia, terlebih dengan banyaknya peserta dari luar Gorontalo.
Data kepesertaan menunjukkan bahwa GHM 2025 diikuti 3.131 pelari dari Gorontalo, 410 dari Sulawesi Utara, 158 dari Sulawesi Tengah, 120 dari Sulawesi Selatan, 40 dari Jawa Barat, 34 dari Jawa Timur, 25 dari Sulawesi Tenggara, 26 dari DKI Jakarta, dan 14 dari Kalimantan Timur.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi redaksi Tabayyun.co.id kepada Ketua Panitia GHM 2025, Danial Ibrahim, tidak mendapat respons. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya terbaca tanpa jawaban.






