Tabayyun.co.id, GORONTALO — Isu hubungan antar kepala daerah mencuat dalam pertemuan Anggota DPR RI Rusli Habibie dengan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea di Kantor Wali Kota Gorontalo, Jumat (09/01/26). Pertemuan itu berlangsung di tengah pembahasan pembangunan daerah dan dinamika politik lokal.
Rusli mengatakan kunjungan itu dilakukan setelah beberapa kali tertunda karena padatnya agenda masing-masing. Ia menegaskan kehadirannya sebagai bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat di tingkat pusat.
“ Alhamdulillah, hari ini saya baru bisa mengambil kesempatan untuk menemui Pak Adhan,” ucap Rusli.
Ia menegaskan pertemuan dengan kepala daerah penting dilakukan guna mengetahui kebutuhan riil pemerintah kabupaten dan kota, termasuk dalam kondisi ekonomi yang menantang.
“Saya sebagai wakil rakyat di Senayan, tentunya harus datang kepada pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi meminta masukan-masukan apalagi sekarang dalam keadaan reses,” ujarnya.
Selain membahas pembangunan, Rusli juga menyinggung pentingnya komunikasi antarkepala daerah di Gorontalo agar pemerintahan berjalan efektif. Ia menyatakan siap menjadi penghubung komunikasi dengan Gubernur Gorontalo.
“ Insyallah, Pak Adhan sehat selalu, dan komunikasi dengan Bupati/bupati lebih bagus, terutama pak Gubernur. Saya akan ke beliau (Gubernur) dan akan menyampaikan Pak Adhan itu baik,harus berkomunikasi,” tutur Rusli.
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyebut kunjungan Rusli sebagai silaturahmi sekaligus tugas konstitusional anggota DPR RI untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.
“ kebetulan beliau adalah anggota DPR RI, tentunya memiliki kewajiban mendatangi semua kepala Daerah,” kata Adhan.
Namun, Adhan secara terbuka menanggapi isu hubungan dirinya dengan Gubernur Gorontalo yang belakangan dinilai kurang harmonis. Menurut Adhan, persoalan tersebut bukan berada pada level pribadi, melainkan menyangkut tata kelola pemerintahan provinsi.
“ Bagi Saya tidak ada masalah, Saran saya cuma satu. Perbaiki dulu anaknya itu Erwin Ismail, yang beken rusak pemerintahan Provinsi Gorontalo,” tegas Adhan.






