Kabar Gembira! Ground Breaking Pabrik Pakan Ternak di Gorontalo Direncanakan Tanggal 7 januari 2026

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Ketua Asosiasi Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Gorontalo sekaligus menjadi salah satu peserta dalam rapat pemaparan hasil survei lokasi Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Tahap I.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat Direksi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Nomor: DPP/X/1590/XII/2025 tentang pelaksanaan survei lokasi groundbreaking di delapan provinsi. Pemaparan hasil survei dijadwalkan berlangsung di Ruang VIP Bandara Lama Gorontalo, Rabu (31/12/2025), pukul 08.00 WITA.

Jasin Mohammad, Selaku Direktur PT Gorontalo Pangan Sejahtera itu merupakan salah satu peserta dalam forum tersebut, menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara. Menurutnya, industri pakan lokal akan membawa dampak nyata bagi petani jagung dan peternak mandiri di daerah.

Baca Juga :  Paripurna HUT ke-25 Provinsi Gorontalo Digelar Khidmat, Tekankan Evaluasi Perjalanan Pembangunan

“Pada dasarnya kami mendukung. Semakin banyak pilihan bagi peternak, terutama peternak mandiri, akan semakin baik. Kehadiran pabrik pakan ternak yang terintegrasi ini dapat memberikan peluang agar peternak tidak terlalu bergantung pada perusahaan -integrator besar, dimana selama ini bahan baku pakan ternak seperti jagung yang selama ini dikirim dari Gorontalo dalam bentuk Pipilan ke Feedmill/ pabrik pakan di pulau jawa untuk diolah menjadi pakan ternak dan hasil pakan ternaknya kembali dijual di Gorontalo dalam bentuk Bundling pakan dan DOC sehingga harga pakan dan DOC dikontrol oleh Pabrik pakan “ Ujar Jasin, usai menghadiri diskusi forum tersebut.

Jasin menilai, keberadaan pabrik pakan terintegrasi berkapasitas 10.000 Ton Per Bulan itu akan menciptakan persaingan sehat dalam penyerapan jagung petani, terutama saat musim panen, sekaligus memperkuat rantai industri perunggasan di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga :  Sebut Event Domino Pordi Gorontalo Judi, Peserta Pertanyakan Sikap Wali Kota

“Yang pertama adalah penyerapan jagung saat musim panen, dengan hadirnya pabrik, akan ada kompetisi penyerapan jagung lokal yang mungkin memicu petani menanam lebih banyak komoditi ini, serta akan mendongkrak kemajuan perunggasan, dimana kelebihan produksi pakan ternak, telur dan ayam yang dihasilkan bisa didistribusi ke daerah tetangga yaitu Sulawesi Utara dan Sulawasi Tengah, Maluku, Kalimantan dan Papua,”jelas Jasin

Ketua Asosiasi Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, menyampaikan pandangan saat pemaparan hasil survei Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Tahap I di Gorontalo.

“Jasin juga meyakini hilirisasi yang dikelola dengan tepat dapat menekan biaya produksi peternak hingga Rp600–1.000 per kilogram dan akan mengurangi praktik bundling pakan-DOC oleh integrator besar yang selama ini cenderung merugikan peternak.” tambahnya.

Selain itu, ia menilai pembangunan pabrik pakan terintegrasi akan memangkas peran broker dan membuka akses pemasaran langsung melalui koperasi serta off taker lokal.

Baca Juga :  Fadel Muhammad Puji Peran Perempuan Bina Mandiri dalam Mendorong Pendidikan dan Ekonomi Gorontalo

“Selama ada koperasi dan Off taker seperti para perusahaan jagung di Gorontalo akses produksi yang memadai, peternak bisa mandiri 100%. Harga pun lebih stabil karena ada kompetitor baru,” ujarnya.

Kebersamaan para pimpinan Daerah usai mengikuti forum pemaparan hasil survei Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Tahap I di Provinsi Gorontalo.

Menurut Jasin, program hilirisasi ayam terintegrasi perlu dirancang untuk menciptakan iklim persaingan sehat, memperluas peran UMKM dan koperasi, serta memperkuat kemandirian peternak rakyat.

“Jasin sepakat bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi perlu dirancang agar mampu bersaing. Program ini menjadi langkah penting menuju kemandirian perunggasan, serta mendorong hilirisasi yang memberi ruang lebih besar bagi peternak, UMKM dan Koperasi serta akan menciptakan kompetisi yang semakin sehat. Saya meyakini peternak rakyat bisa jauh lebih sejahtera dan kebutuhan unggas dan telur bisa disuplay juga untuk Program Makan Bergizi Gratis “ tutup Jasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *