Tabayyun.co.id, Gorontalo, Kompas.com – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Rahmat Bagja, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo pada Jumat (7/11/2025). Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, bersama jajaran komisioner dan sekretariat di Bandara Djalaludin Gorontalo.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Bawaslu RI untuk memperkuat sinergi antar-lembaga sekaligus meningkatkan peran generasi muda dalam pengawasan pemilu yang berintegritas.
Fokus pada Partisipasi Kepemudaan
Selama di Gorontalo, Rahmat Bagja dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan strategis, salah satunya Temu Tokoh Pramuka dalam kegiatan Peran Saka Nasional yang digelar di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan itu menitikberatkan pada dialog serta penguatan kelembagaan kepemudaan, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi dan integritas sejak usia muda.
Tinjau Kantor Bawaslu Bone Bolango
Selain menghadiri kegiatan bersama Pramuka, Ketua Bawaslu RI juga melakukan kunjungan ke Kantor Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, yang baru saja memperoleh hibah dari Pemerintah Daerah setempat.
Peninjauan ini menjadi wujud perhatian Bawaslu RI terhadap peningkatan sarana dan prasarana kelembagaan pengawasan di tingkat kabupaten dan kota.
Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Dalam agendanya di Gorontalo, Rahmat Bagja juga dijadwalkan bersilaturahmi dengan Gubernur Gorontalo. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu dan Pemerintah Daerah dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemilu di wilayah tersebut.
“Kunjungan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga bentuk nyata komitmen Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan kelembagaan di daerah,” ujar Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli.
Wujud Kolaborasi dan Komitmen Pengawasan
Kehadiran Rahmat Bagja mendapat sambutan antusias dari seluruh jajaran Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Gorontalo.
Momen ini dinilai penting untuk meneguhkan semangat kolaborasi antarpengawas dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas tinggi.






