Libatkan Orang Tua Mengajar, Program Pintar SMAN 1 Gorontalo Tuai Apresiasi Dari Yusrianto Kadir

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Program Pintar Partisipasi Orang Tua dalam Mengajar yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Gorontalo mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Program ini dinilai mampu memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan siswa di sekolah.

Salah satu orang tua yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Yusrianto Kadir. Ia turut berpartisipasi sebagai pengajar di kelas XI.4 SMA Negeri 1 Gorontalo dalam rangkaian Program Pintar.

Baca Juga :  Adhan Dambea Tegas: Bangunan Langgar Aturan Akan Dibongkar Paksa

Dalam kegiatan itu, Yusrianto yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gorontalo menyampaikan materi bertema “Generasi Z, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pertamaku, dan Identitas Kependudukan Digital (IKD)”. Selasa (27/01/26).

Program Pintar merupakan inisiatif sekolah yang melibatkan orang tua melalui komite sekolah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa. Setiap orang tua diberikan kesempatan bergiliran untuk mengajar sesuai dengan latar belakang dan kompetensi masing-masing.

Baca Juga :  Komite MTsN 1 Gorontalo Buka Suara Soal Iuran Penyelesaian Aula Al-Kahfi

Yusrianto menilai program tersebut sebagai langkah positif dalam dunia pendidikan. Menurutnya, keterlibatan orang tua di ruang kelas dapat menjadi sarana edukasi sekaligus teladan bagi siswa dalam memahami peran keluarga terhadap proses belajar.

Ia juga menilai Program Pintar membuka ruang kolaborasi antara sekolah dan orang tua, sehingga pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga keluarga. Melalui pola ini, siswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas dan kontekstual.

Baca Juga :  Penjual Kopi Dilarang Berjualan di Halaman Bank Mega Gorontalo, Warga Soroti Kebijakan

Pihak sekolah menyebutkan, Program Pintar akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan partisipatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *