Tabayyun.co.id, SURABAYA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur mengukuhkan jajaran pengurus masa bakti 2025–2030 dalam pelantikan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (1/2/2026).
Sebanyak 400 pengurus yang terbagi dalam 32 bidang usaha resmi dilantik. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi dunia usaha Jawa Timur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pentingnya penerapan konsep Indonesia Incorporated yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni semangat gotong royong dan kolaborasi pelaku usaha nasional.
“Bukan hanya maju, tetapi maju bersama. Bukan hanya yang besar menjadi semakin besar, tetapi yang menengah naik kelas, yang kecil menjadi menengah, dan UMKM terus berkembang,” ujar Anindya.
Menurut dia, penerapan konsep tersebut tampak nyata di Jawa Timur yang selama ini menjadi basis industri manufaktur dan agroindustri nasional. Industrialisasi dinilai sebagai kunci peningkatan nilai tambah ekonomi.
“Ketika kita berbicara mengenai nilai tambah, maka industrialisasi adalah jawabannya,” kata Anindya.
Ia juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus basis manufaktur nonmigas. Sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini ditopang sektor industri pengolahan, didukung perdagangan dan pertanian berskala besar.
Selain itu, kekuatan UMKM Jawa Timur yang mencakup sekitar 99 persen unit usaha dinilai menjadi modal penting pertumbuhan ekonomi. Pelaku UMKM bergerak di berbagai sektor, mulai makanan dan minuman, tekstil, alas kaki hingga perikanan.
Tujuh Prioritas Penguatan Ekonomi
Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyampaikan kepengurusan baru menetapkan tujuh fokus utama untuk lima tahun ke depan. Seluruh program diarahkan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur hingga 8 persen.
“Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi Jatim bisa mencapai 8 persen, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Prioritas pertama adalah peningkatan investasi melalui penciptaan iklim usaha kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta penyediaan tenaga kerja kompeten.
Fokus kedua menyasar sektor perdagangan domestik dan internasional. Tahun ini, Pemprov Jatim bersama Kadin merencanakan misi dagang ke sembilan provinsi dan empat negara tujuan.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus ketiga karena dinilai berkontribusi 60–70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Oleh karena itu, pengembangan SDM menjadi prioritas utama, terlebih dengan telah dibentuknya Tim Koordinasi Vokasi Daerah oleh Gubernur,” ujar Adik.
Fokus keempat adalah adopsi teknologi dan digitalisasi, khususnya bagi UMKM agar mampu bersaing dan naik kelas.
Fokus kelima diarahkan pada pengembangan industri hijau dan green jobs. Kadin Jawa Timur bersama Kadin Indonesia telah menyiapkan standar kompetensi green soft skills untuk diusulkan sebagai standar nasional.
Fokus keenam adalah penguatan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi, sedangkan fokus ketujuh menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya kesinambungan kerja sama pemerintah daerah dan dunia usaha di tengah ketidakpastian global.
“Ini adalah kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik dan akan kita lanjutkan, semoga ke depan semakin kuat,” ujarnya.
Ia mengingatkan konflik geopolitik global berdampak langsung pada perekonomian dunia. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dan harus berperan sebagai fasilitator bagi pelaku usaha.
“Peran pemerintah minimal jangan sampai merepotkan, namun tetap harus mengatur agar ekosistem ekonomi berjalan tertib dan berkelanjutan. Saya yakin ada jejak nyata Kadin Jawa Timur dalam berbagai capaian tersebut,” pungkasnya.






