Revisi RTRW Tojo Una-Una: Jalan Panjang Menuju Tata Ruang yang Ideal, Atau Hanya Mimpi?
Oleh: Budi Dako
OPINI-Sudah muak rasanya mendengar tentang “progres” revisi RTRW Tojo Una-Una.
Muh.Arsad boleh saja memaparkan daftar panjang tahapan yang telah dilalui, namun bagi saya, itu hanyalah deretan angka dan tanggal yang semakin memperjelas satu hal: kita sedang dipermainkan.
Bagaimana mungkin sebuah peraturan daerah yang seharusnya menjadi panduan pembangunan selama 20 tahun, hingga kini belum juga ditetapkan?
Apakah pemerintah daerah tidak mencari betapa krusialnya RTRW inibbagi masa depan Tojo Una-Una?
Saya tidak percaya bahwa pandemi COVID-19 atau perubahan aturan tata ruang menjadi alasan utama dibalik semua ini.
Saya menduga ada masalah yang lebih dalam, yaitu kurangnya komitmen dan koordinasi antar pihak terkait.
Tahapan-tahapan revisi yang telah dilaksanakan selama ini terkesan hanya formalitas belaka.
Konsultasi publik digelar, pembahasan dengan TKPRD dilakukan, namun hasilnya? Nol besar!
Revisi RTRW tetap saja jalan di tempat.
Saya sangat kecewa dengan kinerja pemerintah daerah dalam menangani masalah ini.
Mereka seolah-olah tidak peduli dengan nasib tata ruang Tojo Una-Una.
Akibatnya, pembangunan berjalan tidak terarah, investasi menjadi tidak pasti, dan lingkungan semakin teracam.
Saya mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak!
Jangan biarkan revisi RTRW ini menjadi mimpi yang tak pernah terwujud.
Tunjukkan komitmen dan masyarakat, prioritaskan anggaran, dan jalin kerja sama yang baik dengan pihak terkait.
Masa depan Tojo Una-Una ada di tangan kalian. Jangan sia-siakan kesempatan ini! (*)






