Tabayyun.co.id, GORONTALO UTARA — Perkumpulan Zona Alam Masyarakat Rawat Udara dan Daratan (ZAMRUD) Provinsi Gorontalo menyoroti tumpukan sampah di RS Zainal Umar Sidiki, Kabupaten Gorontalo Utara. Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris ZAMRUD, Frenky Max Kadir.
Max menilai kondisi sampah yang menumpuk di lingkungan rumah sakit mencerminkan lemahnya pengelolaan manajemen. Ia juga mengingatkan situasi tersebut berpotensi merusak citra Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Menurut dia, RS ZUS berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status itu, pengelolaan layanan termasuk kebersihan lingkungan semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“ Rs Zus adalah Icon karena rumah sakit tersebut satu-satunya yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, seharusnya pihak rumah sakit dan pemerintahan Daerah memperhatikan sampah-sampah bekas merupakan limbah domestik yang berasal dari aktivitas keluarga pasien dan pegawai rumah sakit,” katamax. (Minggu/22/02/26).
Warga yang tinggal di sekitar rumah sakit turut mengeluhkan bau menyengat akibat penumpukan sampah. Aroma tidak sedap disebut tercium hingga kawasan permukiman.
“Bupati Gorontalo Utara jangan hanya tutup mata, ini terkait ketidakpuasan publik atas manajemen rumah sakit. Olehnya, Saya meminta kepada Bupati Thoriq Modanggu agar segera menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Max.
“ Kami minta Direkturnya diganti karena tak becus menangani sampah-sampah yang ada,” tegasmax.

Max mengungkapkan tumpukan sampah tidak hanya berada di bagian belakang rumah sakit. Ia menyebut sebuah gudang di kompleks rumah sakit juga dipenuhi sampah hingga menyerupai gunungan.
“Tumpukan sampah bekas rumah sakit sangat berbahaya, terutama jika bercampur antara sampah medis dan non-medis. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya soal bau, tetapi juga kesehatan dan lingkungan,” Tutur Max.
Ia menambahkan, limbah rumah sakit yang tidak dikelola sesuai standar berpotensi mencemari lingkungan. Limbah tersebut dapat mengandung bahan kimia, obat kedaluwarsa, serta zat berbahaya yang berisiko mencemari tanah dan air saat terbawa hujan.

“ Gorontalo Utara dikenal dengan Daerah slogan bercahaya,akan diganti dengan Daerah segudang sampah,” kata Max kembali menambahkan.
Max juga menyayangkan sikap Direktur rumah sakit yang memilih bungkam. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan persoalan yang belum tertangani.
Sebagai tindak lanjut, ZAMRUD berencana menyurati Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo untuk meminta evaluasi terhadap manajemen rumah sakit.





