Satu Tahun Ilham Lawidu–Surya, Alumni IPMI-TU Nilai Pemerintah Belum Maksimal Sejahterakan Rakyat

Tabayyun.co.id, TOJO UNA-UNA – Menjelang genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati Ilham Lawidu dan Wakil Bupati Surya di Kabupaten Tojo Una-Una, publik mulai menyoroti sejauh mana visi besar keduanya telah terwujud.

Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet kepala daerah ini mengusung cita-cita membangun masyarakat yang religius, maju, adil, dan sejahtera, dengan semangat kolaborasi sebagai pondasinya.

Selama hampir setahun terakhir, pemerintah daerah telah menjalankan sejumlah program pembenahan birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan. Langkah itu disertai dorongan transparansi anggaran desa serta pengangkatan 1.752 tenaga PPPK dengan alokasi dana sekitar Rp258 miliar.

Kebijakan tersebut dinilai memberi kepastian bagi ribuan tenaga honorer yang selama ini menunggu kejelasan status.

Baca Juga :  Hotel Aston Gorontalo Gelar Lomba Mewarnai Ramaikan Bulan Agustus, 150 Anak Ambil Bagian di Gorontalo

Di bidang pendidikan, Pemkab Tojo Una-Una juga memperkenalkan platform digital Binar Touna, yang digunakan untuk pendaftaran bantuan pendidikan dan afirmasi bagi mahasiswa berprestasi asal daerah tersebut.

Upaya ini menjadi sinyal komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia lokal.

Fokus lain ditujukan pada pembangunan infrastruktur. Pemkab memperbaiki sejumlah ruas jalan penghubung antar kecamatan dan memperluas konektivitas menuju wilayah kepulauan.

Perhatian juga diarahkan pada pengembangan layanan di Bandara Tanjung Api Ampana sebagai pintu masuk bagi sektor pariwisata dan perdagangan.

Namun, di tengah berbagai langkah tersebut, sejumlah kalangan menilai capaian pemerintah belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat, terutama di sektor ekonomi dan pelayanan publik. Salah satunya disampaikan oleh Hersal Febrian, alumni Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Tojo Una-Una (IPMI-TU) yang kini menetap di Gorontalo.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Dukung Penuh Akses Jalan ke Pinogu

“Kami mengapresiasi semangat kerja pemerintah daerah, tapi masih banyak aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya terserap. Pemerintah perlu lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di desa dan wilayah kepulauan,” ujar Hersal kepada awak media, Selasa (28/10/2025).

Hersal menilai arah pembangunan daerah seharusnya lebih menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan layanan publik. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.

Menurutnya, sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata masih menghadapi kendala klasik, mulai dari keterbatasan modal hingga akses pasar dan minimnya pelatihan berbasis teknologi.

Baca Juga :  Badan Kehormatan DPRD Gorontalo Minta Keterangan Mustafa Yasin, Terkait Aduan Umroh dan Kehadiran

“Kalau sektor-sektor produktif ini diperkuat, visi masyarakat sejahtera dan berdaya saing bisa lebih cepat terwujud,” tambahnya.

Bagi Hersal, momentum satu tahun pemerintahan Ilham–Surya ini menjadi waktu refleksi untuk memperkuat arah pembangunan di masa depan.

Ia menilai, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja baru.

“Konsistensi, keterbukaan terhadap kritik, dan keberanian untuk mempercepat reformasi birokrasi akan menjadi penentu apakah visi besar yang diusung pasangan kepala daerah ini benar-benar dapat terwujud di masa mendatang,” tutup Hersal Febrian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *