Tabayyun.co.id, GORONTALO — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November tahun 2025, warga Kompleks Sepuluh November bersama komunitas Blue Devil Gorontalo, menggelar kegiatan renungan malam di perempatan Sepuluh November, Kota Gorontalo, Minggu (9/11/2025).
Acara ini digagas untuk mengenang perjuangan rakyat Gorontalo melawan pemberontakan Permesta sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan penyalaan seribu lilin di sekitar jembatan yang menjadi saksi sejarah pertempuran masa lalu. Anak-anak Blue Devil bersama warga mengelilingi kawasan tersebut sambil membawa cahaya lilin sebagai simbol semangat juang dan kebersamaan.
Panitia penyelenggara, Drs. Mirzan Afandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi dari rasa cinta tanah air dan penghormatan terhadap para pejuang Gorontalo.
“Bisa disebut kegiatan pada malam hari ini merupakan implementasi dari rasa cinta ataupun rasa kebangsaan sehingga anak-anak Blue Devil dan juga anak-anak Sepuluh November mengenang kembali momen yang tentu saja akan selalu kita kenang dan di tempat ini,” ujarnya.
Ia menuturkan, lokasi perempatan Sepuluh November bukan sekadar tempat biasa, tetapi menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan masyarakat Gorontalo.
“Di perempatan pertigaan Sepuluh November pernah terjadi gejolak di saat Permesta. Begitu banyak para pejuang-pejuang Gorontalo yang gugur di jembatan yang menjadi saksi perjuangan rakyat Gorontalo melawan Permesta pada waktu itu,” kata Mirzan.
Lebih lanjut, Mirzan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme anak-anak Blue Devil yang kini mampu mengubah citra lingkungan menjadi lebih positif melalui kegiatan olahraga dan kesenian.
“Selama ini kita di Kompleks Sepuluh November dikenal dengan orang-orang yang tadinya banyak preman dan keributan, dan itu dipacu oleh tidak tersalurnya bakat-bakat mereka. Alhamdulillah setelah dibentuknya kelompok Blue Devil, mereka kini memiliki wadah untuk menyalurkan hobi mereka, baik di bidang olahraga maupun kesenian,” jelasnya.
Selain renungan malam, kegiatan juga diisi dengan silaturahmi antarwarga dan pembentukan kembali wadah kebersamaan Kompleks Sepuluh November. Mirzan berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun agar semangat perjuangan tidak pudar dan selalu hidup di hati generasi muda.
“Mudah-mudahan momen ini tidak akan terlupakan dan selalu terpatri dalam kehidupan mereka. Mari di momen sepuluh November ini kita tingkatkan rasa kebersamaan dan kebangsaan kita,” tutupnya.






