Tabayyun.co.id, GORONTALO UTARA – Acara buka puasa bersama yang digelar di lingkungan RSUD dr. Zainal Umar Sidiki mendapat sorotan dari Zona Alam Masyarakat Rawat Udara dan Daratan (ZAMRUD) Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026, itu dihadiri jajaran pimpinan dan pegawai rumah sakit. Agenda tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan internal selama Ramadhan.
Namun, ZAMRUD menilai pelaksanaan kegiatan belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek lingkungan. Di lokasi acara, terlihat makanan berbuka dalam kemasan dus serta sajian bubur yang disiapkan bagi peserta.
Menurut organisasi tersebut, penggunaan kemasan sekali pakai berpotensi menambah volume sampah, terutama jika tidak diikuti sistem pengelolaan yang ketat. Situasi ini dinilai kontras dengan posisi rumah sakit sebagai institusi layanan publik.
Sekretaris ZAMRUD Provinsi Gorontalo, Frenky Max Kadir, menyampaikan kritik terhadap konsep pelaksanaan kegiatan tersebut.
” Atau tidak membawa makanan ditempat makan secara suka rela, sehingnya ketika setelah makan tempat bisa dibawah pulang dan tidak meninggalkan sampah,” kata Max.
Ia menilai, rumah sakit milik pemerintah daerah seharusnya menjadi contoh dalam penerapan prinsip pengurangan sampah, termasuk pada kegiatan nonmedis seperti acara keagamaan.
Max juga menyebut, penggunaan wadah makan pribadi atau perlengkapan yang dapat digunakan ulang dapat menjadi langkah praktis untuk menekan timbulan sampah.

Sebelumnya, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara telah disorot terkait tumpukan sampah limbah B medis yang dikeluhkan warga sekitar rumah sakit. Kondisi itu, menurut Max, mestinya menjadi evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola limbah, baik medis maupun domestik.
Terakhir, Max mendorong kepala Daerah Bupati Thariq Modanggu agar segera mengambil sikap segera mencopot Direktur rumah sakit karena dinilai lalai dalam menangani persoalan sampah.








