13 Titik Irigasi Air Tanah Masuk Buliyohuto CS, Syarifudin Bano Apresiasi BWS

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Sebanyak 13 titik pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dialokasikan untuk wilayah Buliyohuto dan sekitarnya di Kabupaten Gorontalo. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan air, terutama ketika musim kemarau.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, mengapresiasi dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo dalam merealisasikan program tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Syarifudin saat menghadiri sosialisasi persiapan pelaksanaan JIAT di Aula Kantor Camat Buliyohuto, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Buliyohuto, Camat Mootilango, kepala desa penerima program, unsur Polsek dan Koramil, serta kelompok tani.

Menurut Syarifudin, pembangunan JIAT menjadi langkah penting untuk membantu petani memperoleh sumber air alternatif ketika debit air irigasi konvensional mengalami penurunan.

Persoalan tersebut selama ini dirasakan masyarakat di wilayah Buliyohuto CS yang meliputi Kecamatan Buliyohuto, Mootilango, Tolangohula, Asparaga, dan Bilato.

Baca Juga :  Bimtek PPID Gorontalo Soroti Batas Informasi yang Boleh Ditutup Badan Publik

Sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, khususnya persawahan.

Selama ini, kebutuhan air lahan pertanian bergantung pada Daerah Irigasi (DI) Bulia dan DI Hungayoua. Namun, ketika musim kemarau tiba, debit air pada kedua jaringan irigasi itu kerap berkurang.

“Program JIAT ini sangat membantu masyarakat, khususnya para petani sawah yang selama ini menghadapi persoalan ketersediaan air ketika musim kemarau. Kami mengapresiasi BWS Sulawesi II Gorontalo yang telah memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat di wilayah Buliyohuto CS,” ujar Syarifudin.

13 Titik Dialokasikan untuk Buliyohuto CS

Syarifudin menjelaskan, dari total 34 titik program JIAT yang dialokasikan untuk Provinsi Gorontalo, sebanyak 15 titik berada di Kabupaten Gorontalo.

Dari alokasi tersebut, 13 titik diperuntukkan bagi wilayah daerah pemilihan Buliyohuto CS, terutama Kecamatan Buliyohuto dan Mootilango.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut berpotensi memperluas akses air bagi lahan pertanian, termasuk sawah yang belum terlayani jaringan irigasi tersier.

Baca Juga :  Wali Kota dan Wawali Gorontalo Sholat Id di Dua Lokasi, Warga Padati Area Ibadah

Ia menyebut pekerjaan awal untuk 12 titik dijadwalkan dimulai pada minggu pertama November 2026.

Karena itu, Syarifudin meminta pemerintah desa, kelompok tani, dan pemilik lahan yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas JIAT ikut mengawal proses pengerjaan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung dan mengawal program ini dengan baik, mulai dari proses pengerjaan hingga selesai. Tujuannya agar pembangunan JIAT benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi petani dan sesuai dengan harapan DPRD serta Pemerintah Provinsi Gorontalo,” tegasnya.

Minta Kualitas Pekerjaan Diawasi

Selain mendorong dukungan masyarakat, Syarifudin mengingatkan kontraktor maupun BUMN yang dipercaya mengerjakan proyek tersebut agar menjaga kualitas pembangunan.

Ia meminta pelaksana bekerja secara profesional dan membangun komunikasi dengan masyarakat apabila menghadapi kendala selama pekerjaan berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian konstruksi, tetapi juga oleh keberlanjutan pemanfaatan fasilitas setelah pembangunan rampung.

Baca Juga :  Fraksi NasDem Soroti Pentingnya Perubahan KUA-PPAS untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

Syarifudin berharap BWS Sulawesi II Gorontalo dapat segera melakukan serah terima hasil pekerjaan kepada pemerintah daerah agar fasilitas tersebut bisa dikelola secara optimal.

Kelompok tani juga diharapkan dilibatkan dalam pengaturan distribusi air. Dengan demikian, pemanfaatan jaringan irigasi dapat berlangsung tertib dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh petani.

“Setelah pekerjaan selesai, kami berharap fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan dan pengelolaannya melibatkan kelompok tani. Sistem pergiliran air harus diatur dengan baik agar seluruh petani yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat secara adil,” tambahnya.

Syarifudin berharap pembangunan JIAT dapat membantu menjaga keberlangsungan musim tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Gorontalo.

Ia menegaskan DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mendorong program pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *