TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Suasana semarak mewarnai turnamen domino yang digelar Kodim 1304 Gorontalo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada 5 Oktober 2026.
Turnamen tersebut digelar di dua lokasi secara bersamaan dan diikuti sebanyak 157 tim. Rinciannya, 91 tim bertanding di Markas Kodim 1304 Gorontalo, sementara 66 tim lainnya mengikuti pertandingan di wilayah Suwawa.
Komandan Kodim 1304 Gorontalo, Letkol Inf Jon Patar Hasudungan Banjarnahor, mengatakan turnamen domino merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 TNI. Minggu,27/09/26 di halaman Kodim 1304.
Menurutnya, sejumlah kegiatan sebelumnya telah dilaksanakan, mulai dari bakti sosial hingga kegiatan di bidang kesehatan.
“Kegiatan lomba domino yang kita laksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI yang nanti akan dilaksanakan lima Oktober. Rangkaian kegiatan pelaksanaan HUT TNI ini sudah banyak kegiatan kita laksanakan. Dari awal kita ada bakti sosial, bakti kesehatan, kemudian ini sekarang kita laksanakan lomba domino,” ujar Jon Patar.
Ia menjelaskan, pelaksanaan turnamen dibagi menjadi dua titik. Di lokasi Kodim 1304 Gorontalo terdapat 91 tim dengan total 182 peserta, sedangkan 66 tim lainnya bertanding di wilayah Suwawa.
Jon Patar menyebut tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga domino.
“Cukup bagus, cukup ramai karena memang sama-sama kita ketahui ini domino ini adalah olahraga rakyat. Olahraga yang tidak membutuhkan biaya besar, jadi semua orang bisa melaksanakan,” katanya.
Peserta turnamen tidak hanya berasal dari Kota Gorontalo. Sejumlah klub dari daerah lain juga ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Pihak penyelenggara juga telah menyiapkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp10 juta, lengkap dengan trofi bagi para pemenang.
Jon Patar mengatakan durasi pertandingan akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika seluruh pertandingan dapat diselesaikan dalam satu hari, kompetisi akan dituntaskan pada hari yang sama. Namun, apabila jumlah pertandingan masih banyak, pelaksanaan dapat dilanjutkan pada hari berikutnya.
Domino Mulai Diarahkan Jadi Olahraga Prestasi
Sementara itu, Ketua Organisasi Domino (ORADO) Provinsi Gorontalo, Nurbadry Pakaya, mengatakan perkembangan olahraga domino di daerah mulai diarahkan tidak sekadar menjadi permainan masyarakat, tetapi juga bagian dari olahraga prestasi.
Ia menjelaskan ORADO merupakan organisasi yang relatif baru dan telah bergabung sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 21 Mei 2026.
Menurut Nurbadry, keberadaan ORADO diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaring sekaligus membina potensi atlet domino di Gorontalo.

“Memang kami dari awal dibentuk ORADO ini masih tergolong baru, tapi Alhamdulillah ORADO sudah tergabung menjadi member KONI pada tanggal 21 Mei kemarin,” ujar Nurbadry.
Ia mengatakan pihaknya kini masih melakukan sosialisasi serta pembentukan kepengurusan atau wadah organisasi di tingkat kabupaten dan kota.
Nurbadry juga menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin menjadi anggota ORADO dapat mendaftarkan diri tanpa dipungut biaya.
“Untuk menjadi peserta, menjadi bagian dari ORADO itu cukup hanya mendaftar menjadi member ORADO dengan cara meregister. Itu gratis, kami belum ada pungutan untuk member ORADO,” katanya.
Selain pembinaan, ORADO Gorontalo tengah mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga nasional. Domino direncanakan menjadi salah satu cabang olahraga ekshibisi pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Termasuk di Gorontalo untuk ekshibisi PON 2028. Jadi memang betul kami sudah jadi bagian dari KONI. Seleksi untuk atlet nanti dan kemudian kami di PON nanti 2028 kami akan menjadi salah satu cabang olahraga ekshibisi,” jelasnya.

Menurut Nurbadry, status sebagai olahraga ekshibisi menjadi tahap awal sebelum domino berpeluang berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi.
Karena masih dalam tahap pengembangan, ORADO juga akan memperluas sosialisasi dan pembinaan di berbagai kabupaten dan kota di Gorontalo.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis pemain sekaligus menemukan bibit-bibit atlet domino baru yang nantinya dapat dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan.
Dengan digelarnya turnamen dalam rangka HUT ke-81 TNI, olahraga domino di Gorontalo tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga mulai mendapatkan ruang untuk berkembang sebagai olahraga yang memiliki sistem pembinaan dan kompetisi.








