7 Persen Parliamentary Threshold Jadi Tantangan NasDem, Ridwan Monoarfa Dorong Konsolidasi di Daerah

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Wacana kenaikan Parliamentary Threshold menjadi 7 persen yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh  dinilai tidak sekadar berkaitan dengan angka ambang batas parlemen.

Sekretaris Wilayah Partai NasDem Gorontalo yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyebut wacana tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi politik hingga ke daerah.

Menurut Ridwan, kenaikan ambang batas parlemen akan membuat setiap partai politik dituntut memiliki basis dukungan yang lebih kuat dan merata.

“Bagi kami di daerah, wacana tersebut merupakan pesan politik sekaligus tantangan untuk memperkuat konsolidasi Partai NasDem di seluruh Indonesia,” ujar Ridwan. Rabu,23/09/26.

Baca Juga :  Aksi Solidaritas Mahasiswa Banggai di Gorontalo, Buka Donasi Online dan Turun ke Jalan

Ia mengatakan, target 7 persen tidak cukup hanya diterjemahkan sebagai target politik di tingkat nasional.

Menurutnya, kekuatan politik nasional harus dibangun dari basis kekuatan partai di setiap daerah.

“Angka 7 persen harus mendorong seluruh struktur dan kader partai untuk bekerja lebih serius membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat organisasi, memperluas basis dukungan, serta menghadirkan politik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” katanya.

Ridwan menilai NasDem Gorontalo perlu menjadikan wacana tersebut sebagai pemicu untuk melakukan konsolidasi organisasi secara lebih serius.

Ia menekankan pentingnya memastikan struktur partai tetap berjalan, kader aktif bekerja, komunikasi politik terjaga, serta agenda partai berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Lulusan Ilmu Komputer Kian Sulit Dapat Kerja, Ini Sebabnya

“Bagi NasDem Gorontalo, ini menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi yang lebih serius. Kita harus memastikan bahwa struktur partai hidup, kader bekerja, komunikasi politik berjalan, dan agenda partai benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, target politik nasional akan lebih mudah dibangun apabila setiap daerah memiliki fondasi politik yang kuat.

Karena itu, Ridwan memaknai angka 7 persen bukan hanya sebagai target matematis, melainkan tantangan bagi NasDem di seluruh daerah untuk memperbesar basis dukungan.

“Karena itu, saya memaknai wacana 7 persen bukan semata sebagai target matematis. Ini adalah tantangan agar NasDem di setiap daerah mampu menempatkan dirinya sebagai salah satu dari tiga kekuatan politik utama dengan dukungan suara yang signifikan,” katanya.

Baca Juga :  Cerita di Balik Layar, Jasin Mohammad dan Dedikasi untuk Kadin Gorontalo

Ridwan menegaskan, Parliamentary Threshold pada akhirnya merupakan bagian dari desain sistem pemilu. Namun, bagi partai politik, tantangan yang lebih penting adalah bagaimana merespons perubahan tersebut melalui kerja politik yang nyata.

“Dari Gorontalo, kami menangkap wacana 7 persen sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi, memperbesar kepercayaan publik, dan membangun NasDem sebagai kekuatan politik yang semakin berakar di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *