TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Nama Jasin kembali menjadi salah satu figur yang diperbincangkan dalam dinamika bursa calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo.
Sosok yang dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi di dunia usaha itu justru memastikan dirinya tidak berminat kembali maju dalam perebutan kursi pimpinan Kadin Gorontalo.
Pernyataan tersebut disampaikan Jasin saat berbincang santai dengan redaksi di sela menikmati nasi bulu di Pasar Sentral Gorontalo.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya ikut dalam bursa Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Gorontalo, Jasin memberikan jawaban tegas.
“Biar saja, muda-muda saja yang maju,” kata Jasin dengan nada serius.
Jawaban itu sekaligus menutup spekulasi mengenai kemungkinan dirinya kembali masuk dalam kontestasi kepemimpinan organisasi dunia usaha tersebut.
Jasin sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin Kadin Gorontalo. Namun, ia memilih tidak mengambil kesempatan tersebut dan menyerahkan ruang kepemimpinan kepada generasi yang lebih muda.
Buka Pintu bagi Kandidat Serius
Meski tidak ingin maju sebagai calon, Jasin tidak menutup pintu bagi kandidat lain yang ingin menggunakan hak pencalonannya melalui perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan proses organisasi Kadin.
Ketika ditanya mengenai siapa figur yang kemungkinan akan mendapatkan rekomendasi melalui CV Diantama Agroindo, Jasin juga memberikan jawaban yang cukup terbuka.
Hal itu menjadi perhatian karena Aldi Andalan Uloli sebelumnya dipastikan tidak akan mendapatkan rekomendasi dari CV Diantama Agroindo dalam bursa pencalonan Ketua Umum Kadin Provinsi Gorontalo.
Jasin menegaskan, perusahaan tersebut terbuka bagi siapa saja yang memiliki keseriusan untuk maju dan membangun organisasi Kadin Gorontalo.
“Istilahnya, jika ada yang ingin ke manado dengan arah yang sama, nae jo (naik saja) asal jangan berhenti di tengah jalan,” tutur Jasin dengan nada yang lebih serius.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Jasin tidak ingin menjadikan dukungan organisasi maupun perusahaan sebagai alat untuk mendorong figur tertentu semata.
Menurut dia, yang terpenting adalah kesamaan arah dan keseriusan dalam membawa Kadin Gorontalo ke depan.
Punya Hak Mengusung Calon
CV Diantama Agroindo sendiri disebut telah memiliki kelengkapan Kartu Tanda Anggota (KTA) sesuai ketentuan organisasi Kadin.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, posisi tersebut membuat perusahaan dinilai memenuhi persyaratan administratif untuk mengusung calon Ketua Umum Kadin Provinsi Gorontalo.
Ketentuan mengenai organisasi dan keanggotaan Kadin mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin.
UU Nomor 1 Tahun 1987 masih berlaku dan menjadi dasar hukum utama pembentukan serta fungsi Kadin. Dalam Pasal 8 huruf b, Kadin dapat melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan pemerintah.
Sementara itu, Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2022 mengesahkan perubahan AD/ART Kadin Indonesia. Dalam kerangka tersebut, Kadin menjalankan peran sebagai wadah dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam bidang perekonomian.
Dengan posisi tersebut, Jasin menilai Kadin Gorontalo ke depan tidak semestinya hanya berkutat pada kepentingan internal organisasi.
Menurut dia, Kadin harus mampu menjadi ruang bersama bagi dunia usaha sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kadin Harus Berkolaborasi dengan Pemerintah
Jasin yang juga dikenal sebagai Ketua Pejagindo Gorontalo, menekankan pentingnya peran Kadin dalam mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, Kadin memiliki posisi strategis karena dunia usaha merupakan salah satu sektor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Dasar hukum utama yang mengatur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. UU tersebut masih berstatus berlaku.”
“UU No. 1 Tahun 1987 tidak secara eksplisit menggunakan frasa “Kadin adalah mitra pemerintah” dalam rumusan definisinya. Kedudukan Kadin sebagai mitra pemerintah dapat dilihat dari fungsi dan tugas Kadin dalam UU tersebut, kemudian ditegaskan lebih eksplisit dalam aturan mengenai AD/ART Kadin.”
Dalam konteks tersebut, ia berharap kepemimpinan Kadin Gorontalo berikutnya mampu membangun komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat disampaikan secara konstruktif sekaligus menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi.
Kadin Indonesia sendiri menyebut Keppres Nomor 18 Tahun 2022 memperkuat posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional.
Bursa Pencalonan Kadin Mulai Menghangat
Sikap Jasin yang memilih tidak maju membuat peta persaingan menuju Musprov Kadin Gorontalo semakin menarik.
Informasi yang berkembang menyebutkan, rangkaian Musyawarah Kabupaten/Kota (Muskab/Muskot) hingga Musprov Kadin Gorontalo direncanakan berlangsung pada awal September 2026.
Sementara itu, Kadin Indonesia disebut telah menyiapkan mekanisme organisasi melalui penunjukan karateker untuk mengawal jalannya proses menuju kepemimpinan definitif Kadin Gorontalo.
Dalam dinamika tersebut, sejumlah nama mulai disebut memiliki peluang untuk masuk dalam bursa kepemimpinan.
Jika Jasin benar-benar konsisten dengan sikapnya untuk tidak maju dan memberikan ruang kepada generasi muda, maka perhatian kini tertuju pada sejumlah figur yang dinilai berpotensi melanjutkan kepemimpinan Kadin Gorontalo.
Dua nama yang disebut memiliki peluang adalah Fauzan Fadel Muhammad dan Andi Ilham.
Namun, dinamika tersebut masih sangat terbuka. Dukungan dari pemilik hak suara, kesiapan administratif, serta mekanisme organisasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang akhirnya masuk dalam kontestasi.
Dinamika terkait kemungkinan penunjukan karateker sebelumnya juga mendapat respons dari Ollies Datau yang pernah ditunjuk sebagai Ketua Tim Fauzan Fadel Muhammad.
Ollies mengatakan pihaknya menghormati setiap keputusan Kadin Indonesia terkait mekanisme organisasi.
“Saya sebagai ketua tim sukses tentunya menghormati keputusan Kadin Indonesia, karena itu mekanisme organisasi. Mungkin Kadin pusat sudah memikirkan ke depan,” ujar Ollies saat diwawancarai melalui sambungan WhatsApp, Rabu (29/7/2026).
Menurut Ollies, apabila Kadin Indonesia benar-benar menunjuk karateker, keputusan tersebut kemungkinan ditujukan untuk memastikan roda organisasi Kadin Gorontalo tetap berjalan.
“Banyak kok, daerah-daerah lain Kadin dikarateker. Jadi, saya santai!” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan kubu Fauzan tidak menganggap keberadaan karateker sebagai hambatan otomatis terhadap proses suksesi.
Di tengah dinamika tersebut, keputusan Jasin untuk tidak maju justru membuka ruang lebih lebar bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi dunia usaha Gorontalo.
Bagi Jasin, siapa pun yang nantinya terpilih harus memiliki kesamaan arah, keseriusan bekerja, serta kemampuan menjadikan Kadin sebagai wadah yang benar-benar memberi manfaat bagi pelaku usaha dan perekonomian Gorontalo.
Dengan Musprov yang semakin dekat, pertarungan kepemimpinan Kadin Gorontalo diperkirakan tidak hanya berbicara mengenai siapa yang paling kuat secara dukungan, tetapi juga siapa yang mampu menawarkan gagasan paling konkret untuk memperkuat dunia usaha daerah.






