Tabayyun.co.id, GORONTALO, — Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Andi Ilham, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota Gorontalo yang akan memanfaatkan kawasan terminal Pasar Sentral sebagai Kampung Ramadhan selama bulan puasa.
Dukungan tersebut disampaikan Andi Ilham kepada wartawan, Selasa (10/2/2026). Ia menilai kebijakan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, sebagai terobosan strategis untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya menjelang dan selama Ramadhan.
Menurut Andi, program Kampung Ramadhan berpotensi membuka peluang usaha lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang takjil yang biasanya meningkat jumlahnya saat bulan puasa.
“Belum lagi, jam yang diberikan kepada UMKM untuk berjualan kue-kue takjil mulai dari sore setelah sholat ashar sampai menjelang buka puasa,” kata Andi.
Ia menilai pengaturan waktu berjualan tersebut memberikan kepastian usaha sekaligus mendorong peningkatan pendapatan pedagang kecil. Selain itu, pemusatan aktivitas di satu lokasi dinilai akan memudahkan masyarakat untuk berburu menu berbuka puasa.

Andi yang juga merupakan calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo mengapresiasi langkah Wali Kota Adhan Dambea yang dinilainya konsisten melahirkan kebijakan pro rakyat.
“Melihat kemajuan UMKM Kota Gorontalo begitu pesat, Wali Kota Adhan harus dinobatkan sebagai Bapak UMKM,” ujar Andi.
Ia berharap program Kampung Ramadhan dapat dikelola secara tertib, bersih, dan nyaman, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menciptakan suasana religius yang kondusif bagi masyarakat.
Sebelumnya, rencana pemanfaatan kawasan terminal Pasar Sentral sebagai Kampung Ramadhan disampaikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, usai mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan.






