Dari Arena Balap Liar Menjadi Pusat UMKM, Pemkot Pertahankan Program Street Food

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu yang kini mendapat perhatian luas adalah penyelenggaraan Street Food yang menghadirkan ruang usaha bagi pelaku UMKM.

Program tersebut kembali digelar melalui Street Food Jilid II di Jalan Drs. Ahmad Nadjamudin, Sabtu (6/6/2026) malam. Kawasan yang sebelumnya dikenal sepi pada malam hari kini berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dipadati warga.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan pemerintah akan terus mendukung kegiatan tersebut selama masih memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Baca Juga :  Hari Kartini di Lapangan Buladu, Adhan Dambea Ingatkan Bahaya Kekerasan Anak

“Selama masyarakat masih mau berusaha, kita akan terus fasilitasi,” kata Wali Kota Adhan saat membuka Street Food Jilid II.

Menurut Adhan, pemanfaatan ruas jalan yang minim aktivitas pada malam hari dapat menjadi solusi untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ia menilai langkah tersebut jauh lebih produktif dibandingkan membiarkan kawasan tersebut tidak digunakan.

Sebelumnya, Jalan Drs. Ahmad Nadjamudin kerap dikenal sebagai lokasi yang lengang saat malam hari. Kondisi itu bahkan sering dimanfaatkan oleh pelaku balap liar yang menimbulkan keresahan bagi warga sekitar.

Baca Juga :  Hadirkan Rasa Aman, Personil Polresta Gorontalo Kota Amankan Ibadah Jumat Agung di GBI Family Blessing

Kini suasana berubah. Ratusan pedagang memenuhi kawasan tersebut dan menghadirkan berbagai produk kuliner serta usaha kreatif yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Adhan menuturkan Kota Gorontalo belum memiliki banyak sektor industri besar yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, pemerintah berupaya membuka sebanyak mungkin ruang usaha bagi masyarakat melalui sektor UMKM.

Ia bahkan berharap konsep serupa dapat diterapkan di titik-titik lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi malam.

“Kalau ada jalan yang malam hari sepi dan bisa dipakai masyarakat berusaha, kenapa tidak?” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo-Adhan Resmikan KNMP Leato Selatan, Nelayan Sambut Harapan Baru

Meski demikian, Adhan mengingatkan seluruh pedagang untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, kedisiplinan para pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting agar program tersebut dapat terus berlangsung.

“Silakan berjualan, yang penting setelah selesai tempatnya bersih,” pesannya.

Street Food Jilid II diikuti sekitar 307 pelaku UMKM. Tidak hanya berasal dari Kota Gorontalo, sejumlah pedagang dari berbagai daerah juga turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung meriah hingga malam hari tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *