Megawati Bela Mahasiswa Demo, Tantang Polisi Jika Ucapannya Dianggap Salah

TABAYYUN.CO.ID, NASIONAL– Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan dukungan terbuka terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik dan aspirasi kepada pemerintah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).

Dalam pidatonya, Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut menyoroti aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Megawati, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang dimiliki setiap warga negara, termasuk mahasiswa.

Ia mengaku mengikuti perkembangan aksi yang digelar mahasiswa, termasuk demonstrasi yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Megawati kemudian mempertanyakan pengamanan ketat yang dilakukan aparat saat aksi berlangsung.

“Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir, ini sopo toh yo?” ujar Megawati.

Baca Juga :  Ketum Kadin: Selamat Merayakan May Day, Pekerja Adalah Mitra Utama Pengusaha

Menurut Megawati, mahasiswa merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan kritik maupun pandangan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Ia menilai keberanian menyampaikan pendapat merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang bagi mahasiswa untuk bersuara harus tetap dijaga.

“Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini… Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk!

Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak,” ujar dia.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian para tamu yang hadir dalam acara tersebut. Megawati menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

Baca Juga :  Tak Mau Seremonial, Fauzan Siap Sulap KADIN Jadi Mesin Ekonomi Gorontalo

Tak hanya membela hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, Megawati juga menegaskan dirinya tidak gentar menyampaikan pandangan politik di ruang publik.

Ia bahkan melontarkan pernyataan bernada tantangan apabila ada pihak yang menganggap ucapannya melanggar hukum.

“Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” ucap Megawati.

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Indonesia bersama mahasiswa dari sejumlah kampus lain, seperti Universitas Pancasila dan Institut Pertanian Bogor (IPB), berencana menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Namun massa aksi tidak berhasil mencapai lokasi yang dituju setelah tertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di sekitar Plaza UOB, akibat pengamanan aparat keamanan.

Baca Juga :  Pengurus Kadin Jatim 2025–2030 Dilantik, Anindya Bakrie Dorong Kolaborasi Industri dan Agroindustri

Meski demikian, mahasiswa tetap melaksanakan aksi dan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa mengangkat lima tuntutan utama, yakni penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian praktik militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.

Aksi tersebut kembali memunculkan diskusi publik mengenai kebebasan berekspresi, hak menyampaikan pendapat di muka umum, serta relasi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *