Dari Ruang Redaksi ke Arena Politik, Ini Perjalanan Pengabdian Om Noka

TABAYYUN.CO.ID, POLITIK  – Tidak banyak sosok yang pernah mengabdikan diri di dua ruang berbeda sekaligus, yakni dunia jurnalistik dan politik.

Noldi Katili, yang lebih dikenal dengan sapaan Om Noka, menjadi salah satu di antaranya. Baginya, kedua bidang tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui cara yang berbeda.

Perjalanan panjang itu dimulai dari aktivitas politik pada masa awal Reformasi, berlanjut menjadi jurnalis yang mengawal berbagai isu publik selama bertahun-tahun, hingga akhirnya kembali dipercaya memegang amanah dalam organisasi politik.

“Bagi saya, pena tidak pernah diletakkan. Saya hanya memindahkannya ke medan perjuangan yang berbeda.”

Kalimat tersebut menjadi gambaran bagaimana Om Noka memaknai pengabdian. Meski jalur perjuangannya berubah, semangat untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat tetap menjadi prinsip yang dipegangnya.

Mengawal Demokrasi Sejak Era Reformasi

Keterlibatan Om Noka di dunia politik bukanlah sesuatu yang baru. Jauh sebelum dikenal sebagai wartawan, ia telah aktif membangun organisasi politik ketika era Reformasi membuka babak baru demokrasi di Indonesia.

Baca Juga :  RSB Masuk PAN? Anas Jusuf: No Comment, Komunikasi Sudah Terjalin

Pada rentang 1999 hingga 2000, ia mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris DPD Partai Keadilan Kabupaten Gorontalo. Selanjutnya, pada periode 2000–2004, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Gorontalo.

Dalam masa pengabdiannya, ia terlibat dalam penguatan struktur organisasi, konsolidasi kader, hingga membangun sistem organisasi yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk cara pandangnya mengenai kepemimpinan, integritas, serta pentingnya kerja sama dalam memperjuangkan aspirasi publik.

Menjadikan Jurnalisme Sebagai Jalan Pengabdian

Setelah menyelesaikan kiprahnya di politik praktis, Om Noka memilih memasuki dunia jurnalistik. Keputusan tersebut membuka ruang baru baginya untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat melalui penyampaian informasi.

Selama berkarier sebagai wartawan, ia meliput berbagai dinamika pembangunan daerah, pemerintahan, ekonomi, politik, hingga persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Gorontalo. Ribuan karya jurnalistik yang dihasilkannya menjadi bagian dari rekam jejak perjalanan pembangunan di daerah.

Dalam menjalankan profesinya, Om Noka selalu menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik, mulai dari verifikasi informasi, keberimbangan pemberitaan, hingga mengedepankan kepentingan publik sebagai landasan utama.

Baca Juga :  Netizen Jodohkan Basuki–Sherly ke Pilpres 2029,Agama dan Suku Dinilai Tak Lagi Jadi Penentu Utama Pemimpin?

Baginya, media memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan demokrasi melalui informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab.

Kembali Mengabdi Lewat Politik

Pengalaman panjang di lapangan membuat Om Noka memahami bahwa perubahan tidak hanya lahir dari kritik dan pemberitaan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam proses pengambilan kebijakan.

Atas dasar itulah ia memutuskan kembali aktif di dunia politik.

Langkah tersebut bukan dimulai dari titik nol. Bekal pengalaman membangun organisasi politik sejak era Reformasi, ditambah wawasan yang diperoleh selama bertugas sebagai jurnalis, memberinya perspektif yang lebih luas dalam membaca kebutuhan masyarakat.

Kini, Om Noka dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bone Bolango.

Bagi dirinya, amanah tersebut bukan sekadar posisi dalam struktur organisasi, melainkan kesempatan untuk kembali memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik yang konstruktif.

Membawa Nilai-Nilai Jurnalistik ke Dunia Politik

Latar belakang sebagai wartawan turut membentuk cara Om Noka menjalankan aktivitas politik.

Baca Juga :  Bukber Golkar Kota Gorontalo Jadi Ajang Konsolidasi,Golkar Kota Gorontalo Pasang Target Idah Syahidah Menuju DM 1

Ia terbiasa mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, melakukan verifikasi sebelum mengambil kesimpulan, serta melihat suatu persoalan secara menyeluruh sebelum menentukan sikap.

Sementara pengalaman organisasi politik yang telah dimiliki sejak awal Reformasi memperkuat keyakinannya bahwa perubahan membutuhkan integritas, konsistensi, kolaborasi, dan kesabaran dalam setiap proses.

Pengabdian yang Tidak Pernah Berhenti

Perjalanan hidup Om Noka menunjukkan bahwa profesi boleh berganti, namun semangat pengabdian kepada masyarakat tetap dapat dipertahankan.

Jika dahulu ia memperjuangkan kepentingan publik melalui berita dan informasi, kini perjuangan itu dilakukan melalui aktivitas organisasi politik serta keterlibatan dalam proses pembangunan daerah.

Bagi Om Noka, esensi pengabdian bukan ditentukan oleh profesi yang dijalani, melainkan oleh komitmen menjaga integritas, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Perjalanan itu pun masih terus berlanjut. Seiring waktu, masyarakatlah yang akan menilai setiap langkah, dedikasi, dan kontribusi yang telah maupun akan ia berikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *