ADOBSI Gorontalo Geruduk Kantor Maxim? Empat Tuntutan Driver Jadi Sorotan

TABAYYUN.CO.ID,GORONTALO – Asosiasi Driver Online Bersatu Seluruh Indonesia (ADOBSI) Gorontalo akan menggelar aksi damai dan audiensi di Kantor Cabang Maxim Gorontalo, Senin (26/10/2026).

Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai itu menjadi wadah bagi para pengemudi transportasi daring untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong penyelesaian persoalan yang mereka hadapi dalam ekosistem layanan transportasi online.

Ketua ADOBSI Gorontalo, Fahrizul Tias Hasan, menegaskan bahwa aksi tersebut mengedepankan dialog dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

Menurut Fahrizul, penyampaian aspirasi merupakan upaya untuk memperjuangkan keadilan bagi pengemudi, menjaga persaingan usaha yang sehat, serta memastikan kebijakan aplikasi tidak merugikan mitra pengemudi yang bekerja secara jujur.

Baca Juga :  Kemdiktisaintek Hadiri Peluncuran Prodi Spesialis di UNG, Target Lampaui Arahan Presiden

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan menghasilkan solusi nyata. Aksi ini bukan untuk menciptakan keributan, tetapi untuk menyampaikan tuntutan para driver agar mendapat perhatian serius,” ujar Fahrizul.

Ia menekankan, ADOBSI Gorontalo menginginkan adanya ruang komunikasi yang konstruktif antara pengemudi dan pihak perusahaan. Dengan demikian, persoalan yang berkembang dapat dibahas secara transparan dan tidak berlarut-larut.

Dalam aksi tersebut, ADOBSI Gorontalo membawa empat tuntutan utama.

Pertama, meminta penghentian skema “Fokus” berbayar yang dinilai perlu dievaluasi karena berpotensi menimbulkan persoalan bagi pengemudi.

Kedua, mendesak tindakan tegas terhadap pengguna aplikasi modifikasi atau tuyul berbayar yang terbukti merugikan driver yang menjalankan aplikasi secara jujur.

Baca Juga :  Video Viral RS Otanaha Diklarifikasi, Keluarga Pasien Sebut Salah Paham : Postingan Oknum Konten Kreator Gorontalo Meresahkan

Ketiga, meminta agar order bike diprioritaskan bagi driver Maxim yang telah membeli atribut resmi, sesuai ketentuan dan kebijakan yang berlaku.

Keempat, mendesak penindakan terhadap oknum driver nakal yang mengambil pesanan secara daring, tetapi kemudian membatalkannya. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan pengguna jasa maupun pengemudi lain yang sedang menunggu pesanan.

Fahrizul berharap pihak Maxim Gorontalo dapat menerima aspirasi tersebut dan memberikan penjelasan serta tindak lanjut yang konkret terhadap setiap persoalan yang disampaikan.

“Kami berharap pihak Maxim membuka ruang dialog dan tidak menganggap aspirasi ini sebagai bentuk permusuhan. Yang kami perjuangkan adalah keadilan bagi driver, perlindungan terhadap pengguna aplikasi, dan terciptanya ekosistem transportasi online yang sehat,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Duel dengan Fauzan, Andi Ilham Intens Komunikasi dengan Pemilik Suara KADIN

Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menjaga ketertiban, menghindari tindakan provokatif, serta menghormati kepentingan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

ADOBSI Gorontalo menegaskan bahwa solidaritas pengemudi harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga ketertiban umum. Melalui aksi damai tersebut, para pengemudi berharap lahir kesepakatan yang mampu menjawab persoalan di lapangan dan memberikan kepastian bagi mitra pengemudi.

Bagi ADOBSI, dialog dan solusi menjadi jalan utama untuk membangun hubungan yang lebih baik antara pengemudi, perusahaan aplikasi, dan pengguna layanan transportasi daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *