AGIT Menata Kinerja, Jasin Mohammad Dorong Peningkatan Produktivitas Pelabuhan Anggrek

Tabayyun.co.id, Gorontalo – Peningkatan performa pelabuhan komersial menjadi fokus utama dalam pertemuan antara manajemen PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT) dan Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kantor PT AGIT ini merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat terkait belum optimalnya kegiatan operasional di Pelabuhan Anggrek.

Agenda dikemas dalam bentuk silaturahmi sekaligus diskusi teknis yang membahas sistem pengelolaan terminal dan peningkatan kualitas layanan.

General Manager PT AGIT, Dadan Darmawan, menjelaskan bahwa kinerja pelabuhan dapat diukur melalui sejumlah indikator utama, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas dermaga dan kapal.
“Parameter tersebut meliputi Berth Occupancy Ratio (BOR), Turnaround Time (TRT), serta Waiting Time yang menggambarkan waktu tunggu kapal sebelum sandar,” ujar Dadan.

Selain itu, kinerja peralatan juga menjadi perhatian melalui indikator Crane Productivity dan Ship Working Time (SWT) yang mencerminkan efektivitas proses bongkar muat.

Baca Juga :  Sampah Menggunung di RS ZUS Gorut, Perkumpulan ZAMRUD Minta Bupati Bertindak : Copot Direktur

“Seluruh indikator ini menjadi dasar untuk menilai seberapa optimal operasional pelabuhan berjalan,” tambahnya.

Dari sisi penumpukan dan arus barang, evaluasi dilakukan melalui Yard Occupancy Ratio (YOR), Dwelling Time, serta volume kargo yang ditangani terminal.

Dalam diskusi tersebut, penerapan Service Level Agreement (SLA) juga menjadi poin penting. Sistem ini mengatur standar layanan antara operator pelabuhan dan pengguna jasa, mulai dari waktu tunggu kapal, kecepatan bongkar muat, hingga ketepatan administrasi.

Tak hanya itu, SLA juga dilengkapi klausul sanksi sebagai bentuk jaminan apabila layanan tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Standar operasional bongkar muat peti kemas turut dibahas. Secara umum, produktivitas ditetapkan sesuai regulasi sebesar 25 box per crane per hour (BCH). Namun dalam praktiknya, capaian di lapangan baru mampu 18 box BCH..

Baca Juga :  ZAMRUD Angkat Isu Gaji PPPK PW Nihil 3 Bulan, DLH Gorontalo Utara Beri Klarifikasi Keras

“Rata-rata kinerja bahkan bisa mencapai 39 hingga 80 BCH, tergantung kondisi operasional dan dukungan peralatan,” jelas Dadan.

Selain BCH, indikator Box Ship Hour (BSH) juga digunakan untuk mengukur kecepatan pelayanan kapal. Nilai BSH yang tinggi menunjukkan efisiensi yang lebih baik dan berdampak langsung pada penurunan biaya logistik.

Sementara itu, Jasin Mohammad menilai penguatan indikator kinerja dan standar layanan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing pelabuhan di Gorontalo.

“Diskusi ini memberi gambaran jelas bahwa penguatan KPI dan SLA adalah kunci untuk mendorong daya saing pelabuhan,” ujar Jasin.

Ketua Pejagindo, Jasin Mohammad, bersilaturahmi dengan manajemen PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT) dalam suasana santai namun penuh makna. Diskusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pelaku usaha jagung dan pengelola pelabuhan guna mendorong peningkatan layanan dan kelancaran distribusi komoditas di Gorontalo.

Ia juga menilai PT AGIT telah berada di jalur yang tepat dalam meningkatkan efisiensi operasional. Walaupun, crane yang digunakan masih memakai crane kapal, dan 2 mobil truk haulage digunakan untuk membawa kontainer dari dermaga ke Depo, Sehingganya, Jasin berharap PT Agit sudah mempunyai crane darat dan mempunyai minimal 4 truk haulage

Baca Juga :  Gelagat Ekspresif : Analisis Objektif atas Ekspresi Wajah Pejabat Publik

“Kami melihat PT AGIT sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana konsistensi ini terus dijaga,” tambahnya.

Jasin menegaskan bahwa standar operasional seperti BCH dan BSH harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap biaya logistik dan kepercayaan pengguna jasa.

“Pelabuhan Anggrek memiliki potensi besar sebagai simpul logistik. Peningkatan kinerja harus terus didorong melalui kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Ia berharap ke depan pelayanan di pelabuhan semakin cepat, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman seluruh pihak terhadap standar operasional pelabuhan serta mendorong peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan guna memperkuat peran strategis Pelabuhan Anggrek dalam sistem logistik daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *