Tabayyun.co.id, JAKARTA — Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan mulai diterapkan setelah Lebaran.
“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, skema WFH akan diberlakukan satu hari dalam sepekan. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasinya berjalan efektif.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan tersebut berpotensi memberikan efisiensi energi yang signifikan.
“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
Ia menambahkan, penerapan WFH hanya satu hari bertujuan menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.
Menurutnya, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, maka akan menciptakan akhir pekan panjang hingga Minggu. Hal ini dinilai dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberi dampak positif bagi sektor pariwisata.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara meminta jajarannya mempertimbangkan kebijakan WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
“Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” kata Prabowo.












