Aliansi Masyarakat Penambang dan Mahasiswa Siapkan Aksi Besar, Soroti Konflik Tambang Batu Gergaji

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO — Aliansi Masyarakat Penambang dan Mahasiswa berencana menggelar aksi besar untuk menuntut keadilan terkait konflik yang terjadi di kawasan pertambangan Batu Gergaji, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu, 25 Juli 2026 hingga Senin, 27 Juli 2026. Massa aksi disebut akan mendatangi Polres Bone Bolango dan Polda Gorontalo.

Dalam seruan aksi yang beredar, massa menargetkan jumlah peserta sekitar 500 orang. Aksi tersebut dikoordinasikan oleh Idris Uno.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau SDN 07 Bulango Utara, Pastikan Pemulihan Pascakebakaran Berjalan Optimal

Aliansi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum. Salah satunya meminta Kapolres Bone Bolango untuk menyelidiki dan memeriksa oknum-oknum PJU Polres Bone Bolango yang diduga memiliki keterlibatan dalam konflik yang terjadi di kawasan Batu Gergaji.

Selain itu, massa juga mendesak agar konflik di Batu Gergaji segera diselesaikan, terutama konflik yang disebut berpotensi berkaitan dengan aktivitas pertambangan korporasi.

Tuntutan lainnya adalah meminta aparat kepolisian memanggil pihak yang diduga membuka police line di kawasan Batu Gergaji serta mengungkap pihak-pihak yang diduga menghalangi pelaksanaan aksi.

Baca Juga :  Wisata Hiu Paus Botubarani Masuk Radar Pansus DPRD untuk Dongkrak PAD Daerah

Aliansi juga meminta penyelidikan terhadap dugaan pembiaran yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian dalam upaya pencegahan konflik yang terjadi di Batu Gergaji.

Tidak hanya ditujukan kepada jajaran Polres Bone Bolango, massa juga meminta Kapolda Gorontalo dan Kabid Propam Polda Gorontalo untuk segera memeriksa Kapolres Bone Bolango serta oknum PJU Polres Bone Bolango yang diduga terindikasi memiliki keterlibatan dalam dugaan pembiaran dan konflik tersebut.

Baca Juga :  Politisi, Akademisi, dan Insan Pers Bedah KUHP–KUHAP Baru Bersama GASS

“Tegakkan hukum! Selamatkan Batu Gergaji! Hentikan dugaan pembiaran!” demikian seruan yang tercantum dalam poster aksi tersebut.

Aliansi menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tuntutan agar proses hukum berjalan transparan dan tidak ada pihak yang kebal terhadap hukum.

“Keadilan tidak boleh diam, hukum harus berdiri tegak!” demikian pesan yang disampaikan dalam seruan aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *