Antrean BBM di Gorontalo Makin Panjang, Sopir Angkutan Umum Kehilangan Pendapatan

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Gorontalo mulai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Sopir angkutan umum menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampaknya karena waktu produktif mereka tersita untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Waktu yang biasanya digunakan untuk mengangkut penumpang kini harus dialihkan untuk mengantre di sejumblah SPBU yang ada di kota Gorontalo. Akibatnya, jam operasional berkurang dan peluang memperoleh pendapatan harian ikut menyusut.

Baca Juga :  Gandeng BI dan BTN, Dishub Kota Gorontalo Dorong Digitalisasi Parkir Lewat SIJONI 2026

Imran Jaini, sopir angkutan umum yang setiap hari melayani rute Limboto–Kota Gorontalo, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Padahal, waktu tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk melayani penumpang, terutama di tengah ketergantungan sopir terhadap jumlah perjalanan dan penumpang yang diperoleh setiap hari.

“Dalam sekali pengisian, saya biasanya mendapatkan 15 hingga 20 liter BBM. Namun, lamanya antrean membuat aktivitasnya sebagai sopir angkutan umum menjadi terganggu,” jelas Imran.

Baca Juga :  Wali Kota Adhan Tinjau Benteng Otanaha dan Lokasi Pemukiman di Lekobalo

Menurut Imran, persoalan antrean tidak hanya menyulitkan proses pengisian bahan bakar, tetapi juga berdampak langsung terhadap penghasilannya.

Berkurangnya waktu di jalan membuat kesempatan mengangkut penumpang semakin terbatas. Situasi ini menjadi beban tersendiri bagi sopir angkutan umum yang mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Bagi para sopir, waktu operasional merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga penghasilan. Semakin lama waktu habis untuk mengantre BBM, semakin sedikit kesempatan yang tersisa untuk mencari penumpang.

Baca Juga :  Komisi II Sidak Agen Elpiji di Telaga Biru, Tekan Harga 3 Kg Agar Kembali Sesuai HET

Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dari pihak terkait agar persoalan antrean BBM di Gorontalo segera ditangani.

Penanganan yang tepat diperlukan agar distribusi dan pelayanan BBM kembali berjalan lancar, sehingga masyarakat, khususnya pekerja sektor transportasi, tidak terus kehilangan waktu produktif dan pendapatan akibat antrean panjang di SPBU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *