Antrean Panjang, BBM Eceran Melonjak: SPBU Gorontalo Diduga Biarkan Motor Thunder Berulang Kali Isi Pertalite

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Gorontalo, muncul dugaan adanya kendaraan yang berulang kali mengisi Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Praktik tersebut menjadi sorotan karena warga lainnya harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM.

Pantauan redaksi pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 08.35 WITA, di salah satu SPBU di Kota Gorontalo, terlihat sejumlah sepeda motor jenis Suzuki Thunder ikut mengantre untuk mengisi Pertalite.

Di lokasi yang sama, redaksi mendapati seorang pengendara motor Thunder kembali datang untuk mengisi BBM dengan menggunakan kendaraan yang sama.

Berdasarkan pengamatan selama berada di lokasi, pengendara tersebut disebut telah beberapa kali bolak-balik mengisi Pertalite.

Baca Juga :  Golkar Kota Gorontalo Buka Tahun 2026 dengan Pasar Murah Bersubsidi bagi Warga

Aktivitas itu juga sempat mendapat perhatian dari salah seorang karyawan SPBU.

Karyawan tersebut terdengar mengingatkan pengendara motor Thunder agar tidak terus-menerus melakukan pengisian.

“so terakhir ini aa,” ujar salah seorang karyawan tersebut.

Peringatan itu menambah pertanyaan mengenai pola pengisian BBM di tengah kondisi antrean yang masih terjadi. Namun, belum diketahui secara pasti berapa kali kendaraan tersebut melakukan pengisian, berapa volume BBM yang dibeli, maupun untuk kepentingan apa Pertalite tersebut digunakan.

Temuan lapangan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap pengisian BBM di SPBU, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan memperoleh Pertalite.

Warga Terdesak Membeli BBM Eceran

Di sisi lain, sulitnya mendapatkan BBM berdampak pada pengeluaran masyarakat. Harga Pertalite eceran di sejumlah titik di Kota Gorontalo kini dilaporkan mencapai Rp19.000 hingga Rp22.000 untuk sekitar 1,5 liter. Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp18.000.

Baca Juga :  Saat Warga Terlelap, Petugas Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo Tetap Bekerja Demi Air Bersih

Bagi sebagian warga, membeli BBM eceran menjadi pilihan ketika mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu antrean panjang di SPBU.

Situasi ini menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, maupun menjalankan usaha.

Selain kehilangan waktu akibat antrean, mereka juga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut pola distribusi, pengawasan pengisian, dan akses masyarakat terhadap bahan bakar dengan harga yang sesuai.

Baca Juga :  Ketua Totok Bachtiar Tegaskan Program Pro-UMKM Jangan Dirusak Pungli

Di tengah situasi itu, pengelola SPBU dan pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan pengisian Pertalite, termasuk langkah yang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan pembelian berulang apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak pengelola SPBU terkait temuan tersebut. Dugaan mengenai pengisian berulang oleh kendaraan jenis Thunder juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut agar persoalan ini dapat diketahui secara utuh.

Masyarakat kini membutuhkan kepastian bahwa distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan, sehingga di tengah antrean dan keterbatasan yang dirasakan, akses terhadap Pertalite tetap terjaga secara adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *