Bahas Disiplin Fiskal, Diseminasi BI Gorontalo Malah Molor 1 Jam 17 Menit

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Forum yang membahas kebijakan moneter dan fiskal semestinya dimulai dengan disiplin. Namun, Diseminasi Moneter dan Fiskal Triwulan II 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo justru diawali dengan keterlambatan.

Kegiatan yang digelar bersama Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Bappeda Provinsi Gorontalo pada Selasa (18/8/2026) itu tidak dimulai sesuai jadwal yang tercantum dalam undangan.

Dalam undangan, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan mulai pukul 12.45 WITA. Namun, agenda baru dimulai sekitar pukul 14.02 WITA.

Artinya, terdapat jeda sekitar 1 jam 17 menit dari waktu yang telah ditentukan.

Keterlambatan tersebut membuat peserta harus menunggu sebelum rangkaian kegiatan resmi dimulai. Sembari menunggu, peserta dipersilakan menikmati makan siang.

Persoalan waktu menjadi menarik perhatian karena forum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Diseminasi mempertemukan Bank Indonesia, pemerintah daerah, DJPb, Bappeda, serta pemangku kepentingan lain untuk membicarakan kondisi ekonomi dan kebijakan fiskal-moneter.

Dengan banyaknya unsur yang terlibat, ketepatan jadwal menjadi bagian penting dari efektivitas kegiatan.

Setelah agenda dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai keselamatan dan keamanan di lingkungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Ramadan dan World Cup Jadi Prioritas, Hotel Fox Gorontalo Luncurkan Rangkaian Program 2026

Petugas safety menjelaskan kondisi gedung, fasilitas keselamatan, jalur evakuasi, hingga prosedur yang harus dilakukan peserta apabila terjadi keadaan darurat.

KPwBI Gorontalo disebut memiliki gedung utama empat lantai serta satu lantai puncak yang merupakan area terbatas. Pada sisi barat dan timur gedung tersedia tangga darurat yang dapat digunakan ketika proses evakuasi diperlukan.

Peserta juga diarahkan mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul, terutama mereka yang berada di lantai empat.

Dalam pengarahan tersebut, petugas menjelaskan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi maupun kebakaran.

Saat gempa, peserta diminta tetap tenang, mencari perlindungan di tempat yang aman dan kokoh, menjauhi benda yang berpotensi jatuh, serta melindungi kepala.

Sementara ketika terjadi kebakaran, peserta diminta segera mengikuti jalur evakuasi dan tidak menggunakan lift.

Petugas juga mengingatkan agar proses evakuasi dilakukan secara tertib. Peserta diminta berjalan cepat tanpa berlari ataupun saling mendahului.

“Untuk semua keadaan tersebut yang perlu diperhatikan adalah Ikuti menuju evakuasi jangan gunakan lift, jika Anda berada di dalamnya segera keluar Gunakan tangga darurat berjalan dengan cepat dan jangan berlari. Perhatikan tanda meninjau evakuasi menuju anggaran darurat dan saat menuruni tangga Berjamaah dengan tertib ikuti petunjuk-petugas menuju titik kumpul serta laporkan pilihan Jangan pernah kembali ke dalam gedung sebelum petugas menyatakan situasi sudah aman.” ucapnya.

Baca Juga :  BPS Catat Lonjakan Hunian Hotel dan Lama Menginap Tamu di Gorontalo

Pengarahan keselamatan tersebut menjadi bagian awal sebelum peserta memasuki agenda utama diseminasi.

Di sisi lain, keterlambatan pembukaan kegiatan menyisakan catatan mengenai manajemen waktu penyelenggaraan.

Waktu yang tercantum dalam undangan pada dasarnya menjadi acuan bagi peserta untuk mengatur perjalanan, kehadiran, hingga agenda lain yang mereka miliki.

Potret suasana para peserta menunggu kegiatan Diseminasi Moneter dan Fiskal Triwulan II 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo belum dimulai.

Ketika jadwal pukul 12.45 WITA bergeser menjadi sekitar pukul 14.02 WITA, peserta harus menyediakan waktu tambahan lebih dari satu jam di luar jadwal yang telah diinformasikan.

Hal ini menjadi kontras dengan substansi kegiatan yang justru membahas kebijakan publik, termasuk pengelolaan fiskal, perkembangan moneter, serta kondisi ekonomi daerah.

Ketepatan waktu karenanya bukan sekadar persoalan teknis. Dalam forum yang melibatkan lembaga negara dan pemerintah daerah, disiplin terhadap jadwal dapat menjadi bagian dari profesionalisme penyelenggara.

Terlebih, kegiatan tersebut membawa nama Bank Indonesia bersama instansi pemerintah lainnya.

Meski demikian, setelah kegiatan dimulai, peserta tetap mengikuti seluruh agenda yang telah disiapkan.

Baca Juga :  Fikram Salilama Siap Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan dan Pendidikan Anak Yatim

Diseminasi Moneter dan Fiskal Triwulan II 2026 kemudian berlanjut dengan pembahasan mengenai perkembangan ekonomi, kebijakan moneter dan fiskal, serta isu strategis yang berkaitan dengan kondisi perekonomian Provinsi Gorontalo.

Forum tersebut juga menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk melihat perkembangan ekonomi Gorontalo secara lebih menyeluruh.

Bagi daerah, pembahasan semacam ini penting untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter dengan kebutuhan pembangunan. Termasuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat sektor produktif, mendorong pertumbuhan, serta memastikan belanja pemerintah berjalan efektif.

Namun, substansi penting tersebut idealnya juga ditopang oleh pelaksanaan kegiatan yang tertib sejak awal.

Keterlambatan selama 1 jam 17 menit bukan berarti menggugurkan tujuan kegiatan. Tetapi, selisih waktu tersebut tetap menjadi catatan ketika jadwal resmi telah disampaikan kepada peserta melalui undangan.

Pada akhirnya, forum yang membahas disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi juga membutuhkan disiplin dalam penyelenggaraannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda utama Diseminasi Moneter dan Fiskal Triwulan II 2026 yang membahas perkembangan ekonomi dan kebijakan fiskal-moneter serta berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kondisi dan prospek perekonomian Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *