Baznas RI dan Lakpesdam PWNU Gorontalo Adakan Pelatihan Bahasa Isyarat Al-Qur’an untuk Disabilitas Rungu

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Upaya memperluas akses literasi keagamaan bagi penyandang disabilitas rungu terus diperkuat melalui pelatihan Bahasa Isyarat Al-Qur’an yang digelar Baznas RI bersama Lakpesdam PWNU Gorontalo pada 27–28 November 2025.

Kegiatan tersebut menghadirkan para pelatih yang selama ini mendampingi komunitas disabilitas di berbagai daerah.

Sebanyak 34 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari perwakilan SLB Kota Gorontalo, SLB Kabupaten Gorontalo, SLB Bone Bolango, pengajar TPQ, lembaga sosial, hingga penyuluh agama dari Kabupaten Pohuwato. Enam peserta Tuli turut hadir dengan dukungan juru bahasa isyarat.

Materi inti disampaikan oleh Ida Zulfiya dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI. Ia menekankan bahwa penyusunan Mushaf Al-Qur’an Isyarat merupakan proses panjang yang bertujuan mewujudkan keadilan bagi penyandang disabilitas rungu.

Baca Juga :  Nama Gusnar Ismail di Medali GHM 2025 Dipersoalkan Peserta : Panitia Dinilai Tak Transparan

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an Braille sudah lama tersedia bagi tunanetra, sementara Qur’an Isyarat baru mulai dirintis beberapa tahun terakhir.

“Penyusunan Qur’an Isyarat sejak 2020 adalah bentuk kasih sayang Allah yang diwujudkan melalui kerja-kerja kemanusiaan,” kata Ida.

Ida mengajak peserta menjadikan Qur’an Isyarat sebagai media belajar bersama dalam mengajarkan agama kepada komunitas Tuli. Ia juga menyoroti stigma yang masih melekat pada penyandang Tuli, termasuk anggapan keliru bahwa kondisi tersebut merupakan hukuman.

Baca Juga :  Imigrasi Gorontalo dan UNODC Perkuat Kerja Sama Tangani Kasus TPPO

“Setiap manusia adalah ciptaan Allah yang mulia, tanpa pengecualian,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan oleh Lakpesdam PWNU Gorontalo yang dinilai tertib dan profesional dibanding pelaksanaan di sejumlah daerah lain.

Dari Baznas RI, Ilman Faqih Sibgatullah menyampaikan komitmen lembaganya dalam memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Ia berharap pelatihan Qur’an Isyarat dapat melahirkan lebih banyak pelatih untuk memperluas akses layanan keagamaan secara inklusif.
Ilman juga menyinggung pentingnya sinergi antara Baznas RI, Kementerian Agama, dan organisasi masyarakat seperti Lakpesdam PWNU dalam memperkuat pelayanan publik.

Baca Juga :  GHM 2025 Banjir Kritik, Harta Kekayaan Ketua Panitia Nyaris Rp1 Miliar

“Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang tertib, profesional, dan berdampak luas,” ujarnya.

Ketua Lakpesdam PWNU Gorontalo, Hendra Yasin, menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI atas kepercayaan dalam pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Nahdlatul Ulama untuk memperkuat pelayanan terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Kegiatan ini juga dihadiri Plt Kepala Biro Pemkesra Yaser Arafat mewakili Gubernur Gorontalo, Ketua Baznas Provinsi Gorontalo Hamka Arbie, serta Sekretaris PWNU Gorontalo Arkan Karim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *