BI Gorontalo Sabet Predikat Gold Nasional, 1.500 Keluarga Jadi Sasaran LEBEGACOR

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA – Program LEBEGACOR (Literasi Bersama–Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah) mengantarkan Bank Indonesia (BI) Gorontalo meraih penghargaan nasional dengan predikat Gold dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Penghargaan sebagai Mitra Orang Tua Asuh (OTA) Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.

Capaian ini menjadi pengakuan atas kontribusi BI Gorontalo dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan edukasi keluarga yang dipadukan dengan peningkatan literasi ekonomi dan keuangan.

Program LEBEGACOR merupakan hasil kolaborasi BI Gorontalo bersama BKKBN Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Keadilan di Desa Bukan Lagi Mimpi! Bupati Ilham Lawidu Hadirkan Bantuan Hukum Untuk Warga Tojo Una-Una!

Program tersebut menggabungkan edukasi kesehatan keluarga, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, serta pemahaman tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Sejak diluncurkan pada 10 Maret 2026 di Kabupaten Gorontalo, LEBEGACOR terus diperluas. Hingga September 2026, program ini telah memasuki jilid XII dan menjangkau lebih dari 1.500 Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang tersebar di 10 kecamatan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan edukasi Rupiah melalui penyuluhan tatap muka, diskusi interaktif, kuis, hingga praktik mengenali keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Baca Juga :  Ketua PCNU Kota Gorontalo Jadi Calon Wisudawan UNU Gorontalo, Faruk Alamri: Ilmu Kunci Kehidupan

Edukasi tersebut juga memperkenalkan prinsip 5 Jangan sebagai bagian dari kampanye Cinta Rupiah. Kegiatan dilengkapi dengan penyampaian informasi mengenai gizi keluarga serta dukungan bantuan nutrisi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting.

Tidak hanya menyasar keluarga penerima manfaat, BI Gorontalo juga memperkuat keberlanjutan program melalui Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh Keluarga Berencana (KB).

Sebanyak 113 penyuluh KB dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango telah mendapatkan pembekalan terkait CBP Rupiah, QRIS, serta pelindungan konsumen.

Baca Juga : 

Para penyuluh tersebut selanjutnya menjadi mitra edukasi BI dalam menyampaikan pengetahuan kepada keluarga binaan BKKBN.

Dengan memanfaatkan jaringan penyuluh hingga tingkat kecamatan dan wilayah pelosok, edukasi mengenai literasi Rupiah dan pencegahan stunting diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga secara berkelanjutan.

Penghargaan Gold dalam GENTING Collaboration Summit 2026 sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab persoalan stunting.

BI Gorontalo berharap integrasi edukasi kesehatan keluarga, literasi Rupiah, serta digitalisasi sistem pembayaran dapat terus diperluas untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *