Bimo Flexypack: Kemasan dan Cerita Produk Tentukan Nilai Jual UMKM

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Penguatan kualitas kemasan menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan UMKM Gorontalo agar mampu bersaing di pasar ekspor. Hal ini disampaikan Bimo Flexypack sebagai narasumber dalam pelatihan dan pendampingan ekspor yang digelar di Rumah Marly, Kota Gorontalo, Senin (17/11/2025).

Dalam sesi pemaparan, Bimo menekankan bahwa permasalahan terbesar UMKM yang ingin naik kelas ke pasar internasional bukan hanya pada produk, tetapi juga pada desain dan kualitas kemasan.

Baca Juga :  Kadin Provinsi Gorontalo, Tak Menyetujui Mukab Bone Bolango

“Dilanjutkan dari lokal ke internasional. Nah, tugas saya di sini adalah untuk supaya packaging-nya itu dia packaging bisa diterima di dunia internasional karena memang selama ini juga masalahnya itu ada di packaging,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa umur simpan produk dapat meningkat signifikan apabila UMKM menggunakan material kemasan yang sesuai standar ekspor.

“Untuk yang bahan-bahan ekspor yang untuk diekspor, nih Pak, ya terutama itu bisa menggunakan bahan aluminium Nah, aluminium itu dia bisa menambahkan lifetime yang tadinya cuma enam bulan. Fetime-nya karena menggunakan bahan aluminium bisa satu tahun gitu, karena aluminium itu dia kedap terhadap cahaya sama terhadap air,” jelasnya.

Baca Juga :  Gorontalo Half Marathon 2025 Dikeluhkan Peserta: Tim Medis Minim, Banyak yang Tumbang

Ia menilai produk UMKM Gorontalo memiliki cita rasa yang baik, namun masih perlu peningkatan dari sisi kemasan agar lebih kompetitif.

Menurutnya, perubahan kemasan dapat berpengaruh besar terhadap nilai jual, terutama produk yang dijual untuk pasar oleh-oleh dan wisatawan.

Baca Juga :  Pengusaha Dorong Kolaborasi Pemda dan Pelaku Usaha Kembangkan Jagung di Pohuwato

“Bukan ngejual keripik pisangnya, tapi yang dijual ceritanya sama mereka Jadi orang itu beli Rp50ribu itu untuk cerita keripik pisangnya, bukan untuk keripik pisangnya,” jelasnya.

Bimo juga menegaskan pentingnya konsistensi kualitas rasa dan kemampuan UMKM menjaga pasokan ketika permintaan meningkat.

“Mereka butuh konsisten,ketika rasanya konsisten enak terus, harganya juga bisa bersaing, apalagi kalau dijual internasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *