TABAYYUN.CO.ID, LIMBOTO – Ketua Karang Taruna Kabupaten Gorontalo, Sofyan Ishak, mengapresiasi rencana penganugerahan gelar adat kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Penghargaan tersebut dinilainya sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdian dalam memimpin daerah.
Apresiasi itu disampaikan menjelang sidang kerapatan adat yang digelar lembaga adat Duluwo Limo Lopohalaa pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam agenda tersebut, Bupati Sofyan Puhi dijadwalkan menerima penganugerahan gelar adat.
Sofyan Ishak mengatakan, dalam falsafah masyarakat Gorontalo, gelar adat bukan sekadar simbol kehormatan. Lebih dari itu, gelar tersebut mengandung makna penghargaan atas pengabdian sekaligus amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur adat.
“Penganugerahan gelar adat ini bukan sekadar seremoni atau simbol kehormatan. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan atas dedikasi, pengabdian, serta karya nyata Bupati Sofyan Puhi dalam menjalankan amanah kepemimpinan di Kabupaten Gorontalo,” tegas Sofyan Ishak.
Menurutnya, adat dan budaya memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga pedoman moral dalam membangun hubungan antara pemimpin dan masyarakat.
Ia menilai, penganugerahan gelar adat juga membawa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan, keteladanan, serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
“Sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat dan falsafah leluhur, kita memandang pemberian gelar adat sebagai manifestasi nyata penghargaan terhadap karya dan pengabdian putra terbaik Gorontalo. Kehormatan ini tentu memiliki makna yang lebih besar ketika nilai-nilai adat terus tercermin dalam sikap, kebijakan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sofyan Ishak turut menyampaikan apresiasi kepada lembaga adat Duluwo Limo Lopohalaa yang dinilainya memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi Gorontalo melalui mekanisme kerapatan adat.
Ia berharap pelaksanaan sidang kerapatan adat berjalan lancar serta memperkuat keberadaan adat sebagai bagian dari identitas dan kehormatan masyarakat Gorontalo.
Lebih jauh, ia berharap penganugerahan gelar adat kepada Sofyan Puhi tidak berhenti pada penghormatan simbolis, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah.
“Kami dari Karang Taruna Kabupaten Gorontalo memberikan apresiasi yang tinggi kepada lembaga adat Duluwo Limo Lopohalaa. Semoga penganugerahan ini membawa dampak positif bagi daerah dan semakin mempertegas komitmen Bupati Sofyan Puhi sebagai khalifah untuk membawa Kabupaten Gorontalo menjadi daerah yang lebih maju dan berkembang,” ungkapnya.
Ia juga berharap momentum tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan.
Menurut Sofyan Ishak, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan penguatan nilai-nilai budaya.
Karena itu, penghormatan terhadap adat perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Pada akhirnya, kehormatan dalam adat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam pengabdian. Harapan kami, momentum ini menjadi penguat komitmen untuk terus bekerja bagi masyarakat, menjaga nilai-nilai luhur Gorontalo, dan mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang semakin maju, berkembang, serta sejahtera,” tutup Sofyan Ishak.












