Bukan Sekadar Tempat Usaha, Jasin Mohammad Sebut Yummi Place sebagai “Rumah Besar”

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Perayaan dua tahun anniversary Yummi Place menjadi momentum untuk memperkuat komitmen antara pemilik usaha dan para mitra dalam menjaga kualitas, kekompakan, serta keberlangsungan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua Owner Yummi Place, Ummi Kalsum Mohammad, SE., M.Si., Jasin Mohammad, turut memberikan sambutan.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan Yummi Place tidak hanya berbicara mengenai perkembangan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana seluruh pihak yang terlibat mampu menjaga kepercayaan dan tanggung jawab bersama.

Jasin yang lebih dikenal dengan sebutan Om JM mengatakan, Yummi Place mulai dirintis sekitar dua tahun lalu dengan konsep kerja sama antara pemilik dan mitra.

Menurut Jasin , usaha tersebut sebaiknya tidak dipandang sebagai milik satu pihak, melainkan sebagai ruang bersama yang membutuhkan peran setiap orang.

“Saya menganggap Yummi Place ini adalah satu bentuk usaha bekerja sama, bukan hanya milik owner. Yummi Place ini seperti titipan bersama, sehingga owner dan mitra tentunya harus bersatu,” ujar Jasin.

Jasin kemudian mengibaratkan Yummi Place seperti sebuah rumah besar yang memiliki banyak kamar. Setiap kamar menggambarkan mitra yang menjalankan usahanya masing-masing, tetapi tetap berada dalam satu rumah yang sama.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 8 Agustus 2025

“Saya mengatakan kepada mereka, ini satu rumah, tapi banyak kamar. Kalau sudah ada seratus lebih mitra, berarti satu rumah besar dengan seratus kamar,” katanya.

Menurut Jasin, dalam sebuah rumah yang dihuni banyak orang, berbagai persoalan kecil merupakan sesuatu yang wajar terjadi. Namun, setiap persoalan tersebut seharusnya diselesaikan secara internal dan tidak menjadi bahan pembicaraan ke pihak luar.

“Kalau dalam satu rumah ada yang jatuh, gelas pecah atau piring pecah, itu biasa. Tapi jangan piring dan gelas yang pecah itu diceritakan kepada tetangga. Itu tidak bagus sama sekali,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh mitra untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan pengelola.

Menurutnya, aturan bukan dibuat untuk membatasi, melainkan menjaga agar seluruh sistem usaha tetap berjalan dengan baik.

“Kalau ada aturan, tolong dijaga. Karena kalau aturan tidak dijaga, bukan hanya Yummi Place yang rusak, tetapi makanan atau produk para mitra juga bisa menjadi tidak bagus di mata konsumen,” ujarnya.

Jasin menekankan bahwa kualitas produk merupakan salah satu hal yang tidak boleh diabaikan. Sebab, reputasi Yummi Place akan turut dipengaruhi oleh produk yang dijual para mitra di dalam ekosistem usaha tersebut.

Baca Juga :  Thomas Mopili Hadiri Baksos dan Hiburan Rakyat HUT ke-25 Provinsi Gorontalo

Selain menjaga kualitas, ia berharap seluruh aktivitas usaha senantiasa dilandasi niat baik dan doa agar rezeki yang diperoleh mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Saya yakin dan seyakin-yakinnya bahwa usaha ini untuk kita semua. Kita ingin usaha ini mendapat ridho dari Allah SWT,” katanya.

Jasin juga mengajak para mitra untuk berdoa sebelum menjalankan aktivitas usaha maupun menitipkan produk. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari besarnya penjualan, tetapi juga dari keberkahan rezeki yang diperoleh.

“Walaupun saya bukan ustad, saya selalu bilang kepada teman-teman, kalau usaha ini ingin mendapat ridho dari Allah SWT, setiap mau membawa produk, tolong juga berdoa agar makanan dan produk kita laku dan uang hasilnya mendapat ridho dari Allah SWT,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jasin turut menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan usaha. meskipun Yummi Place memakai standar internasional  dengan menggandeng PT Retokil dan Calmic untuk Pest Control dan pencegahan lalat, kecoa dan virus.

Baca Juga :  Disorot Soal Sampah, Wali Kota Gorontalo Minta Gubernur Beri Pemahaman ke Jajaran Hingga Ke Wartawan Soal Aturan

Ia meminta pengelola Yummi Place mempertahankan standar operasional yang tinggi, bahkan dengan mengacu pada standar internasional.

“Yummi Place ini standarnya standar internasional. Saya bilang sama Umi harus standar internasional. Coba lihat di tempat lain, kalau ada perangkap tikus, perangkap lalat dan perangkat lainnya, itu mahal sekali,” ujarnya.

Ia meminta pengelola bersama tim memastikan lingkungan ruko tetap steril dari berbagai gangguan, terutama hama seperti tikus yang dapat mengancam kebersihan serta kualitas produk.

“Saya bilang sama Umi, Wendy dan Kifli, tolong juga jaga agar ruko ini harus steril dari macam-macam, apalagi tikus. Itu bahaya,” katanya.

Jasin berharap perayaan dua tahun Yummi Place menjadi titik awal untuk terus berkembang dengan dukungan owner, tim pengelola dan seluruh mitra.

Ia menilai keberhasilan usaha tersebut sangat bergantung pada kemampuan seluruh pihak untuk menjaga kekompakan, aturan, kualitas produk, serta kepercayaan konsumen.

“Perlu saya sampaikan bahwa Yummi Place ini sudah berjalan dua tahun. Mari kita sukseskan ulang tahun yang kedua ini dan terus kita jaga kebersamaan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *