Dari Hari Patriotik hingga Eks Rumah Jawatan, Adhan Gagas Seminar untuk Menggali Sejarah Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO — Upaya menggali kembali sejarah perjuangan Gorontalo akan dilakukan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea melalui seminar nasional yang secara khusus membahas peristiwa 23 Januari atau Hari Patriotik Gorontalo.

Tak hanya membicarakan sejarah peristiwa tersebut, seminar itu juga akan mengangkat perjalanan sejarah eks Rumah Jawatan Kepala Kantor Pos dan Telegraf yang belakangan kembali menjadi perhatian publik.

Adhan berencana menghadirkan Zain Bajeber, seorang saksi hidup yang kini berusia 91 tahun. Zain dinilai memiliki pengetahuan penting mengenai peristiwa 23 Januari sekaligus sejarah eks Rumah Jawatan.

Baca Juga :  Polresta Gorontalo Kota Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Ini Arahan Kombes Pol. Suryono

Keterangan Zain diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi dan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa tersebut.

Kehadiran saksi hidup tersebut menjadi bagian penting dari rencana seminar. Adhan ingin pembahasan sejarah tidak hanya bersumber dari dokumen, tetapi juga dari orang yang mengetahui langsung perjalanan sejarah Gorontalo.

Rencana seminar nasional tersebut tidak berdiri sendiri. Kegiatan itu berkaitan dengan gagasan Adhan untuk mengembangkan Gedung Nasional menjadi Museum Gorontalo.

Gedung yang berada di Jalan Taki Niode atau Jalan Merdeka, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, merupakan salah satu bangunan tua peninggalan masa kolonial.

Baca Juga :  Meyke Camaru Resmi Jadi Sekretaris Srikandi Jaga Desa, Dinilai Berpotensi Maju sebagai Wali Kota Gorontalo

Bangunan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan pemuda Gorontalo dan pernah digunakan sebagai markas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Jika gagasan tersebut terealisasi, Gedung Nasional diharapkan menjadi ruang yang dapat menyimpan sekaligus memperkenalkan berbagai catatan penting mengenai perjalanan sejarah Gorontalo.

Sejarah 23 Januari menjadi salah satu bagian yang ingin diangkat dalam pengembangan tersebut.

Adhan ingin kesempatan bertemu dengan Zain Bajeber dimanfaatkan untuk menggali cerita sejarah sebelum pengetahuan tersebut semakin sulit ditemukan.

Baca Juga :  Hari Patriotik ke-84, Grib Jaya Gorontalo Berbagi Makanan di Panti Asuhan Mualaf Nurul Qolbi

Dengan usia Zain yang telah mencapai 91 tahun, kesaksiannya dianggap penting untuk melengkapi pembahasan mengenai peristiwa 23 Januari maupun sejarah eks Rumah Jawatan.

Seminar nasional nantinya diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif sejarah, kesaksian pelaku atau saksi hidup, serta perhatian pemerintah terhadap pelestarian bangunan dan sejarah Gorontalo.

Melalui agenda tersebut, Adhan ingin sejarah perjuangan Gorontalo tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *