Dari Kritik Mahasiswa Soal Inkubasi UMKM, Fauzan Fadel Tawarkan Solusi Nyata: Kadin Inkubator Berbasis Eksekusi

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Diskusi kuliah umum wirausaha muda di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berlangsung dinamis saat mahasiswa menyoroti efektivitas program inkubasi usaha yang selama ini dinilai belum maksimal dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas. Rabu 15/04/26.

Kegiatan yang mengangkat tema sinergi mahasiswa dan dunia industri dalam mencetak wirausaha muda sebagai penggerak ekonomi daerah itu menghadirkan Fauzan Fadel sebagai narasumber utama.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa mempertanyakan sejauh mana program inkubasi yang ada mampu memberikan dampak nyata, bukan sekadar pelatihan berbasis teori. Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi Fauzan untuk memaparkan gagasannya terkait Kadin Inkubator.

Ia menilai, selama ini program inkubasi yang dijalankan oleh instansi pemerintah memang sudah ada, namun belum optimal karena minim keterlibatan langsung pelaku usaha.

Baca Juga :  Persaingan Kadin Kini Tiga Kekuatan, Fauzan Masuk Bursa Caketum Kadın, Arah Jasin Kemana??

“Saya di sini hadir sebagai praktis di dunia usaha, memiliki hajat juga untuk membangun daerah Gorontalo melalui Kadin Gorontalo. Kita memiliki suatu program yang namanya Kadin Inkubator. Itu, sebenarnya sudah ada di dinas-dinas UMKM. Namun, pelaksanaannya tidak maksimal karena tidak ada pendampingan dari dunia usaha. Maka dari itu, Saya memiliki ide dan gagasan untuk menjawab tantangan dunia usaha di Gorontalo, terutama terkait inkubasi tadi,” ujar Fauzan.

Fauzan Fadel saat memberikan materi dalam kuliah umum wirausaha muda di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), membahas sinergi mahasiswa dan dunia industri dalam mencetak wirausaha muda penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, pendekatan yang selama ini terlalu menitikberatkan pada pelatihan teori harus diubah menjadi program yang lebih aplikatif dan berorientasi pada hasil nyata di lapangan.

Baca Juga :  Pendidikan Harus Dibenahi, Tegas Anggota DPRD Provinsi Gorontalo di HUT RI ke-80

“Jadi Kadin inkubator itu bukan sekadar pelatihan teori seperti umum yang ada di dinas-dinas UMKM, Tapi bagaimana kita melakukan program eksekusi dari UMKM UMKM dan ide dan gagasan adik-adik seperti apa contohnya tadi one Face coffee Nah, itu kalau bisa diinkubasi, misalnya oleh dunia usaha Kadin dan juga Dinas UMKM Provinsi Gorontalo ini bisa naik kelas menjadi Di industri kopi,” jelasnya.

Fauzan mencontohkan, banyak ide bisnis mahasiswa yang sebenarnya potensial, namun terhenti karena tidak mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari pelaku industri.

Melalui Kadin Inkubator, ia ingin memastikan ide-ide tersebut tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi usaha yang berkembang.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kadin dan pemerintah daerah, khususnya dinas terkait UMKM, agar proses inkubasi berjalan lebih efektif dan terarah.

Baca Juga :  Ruang Paripurna DPRD Gorontalo Diubah Jadi Galeri Pertanian untuk HUT ke-25

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa model inkubasi berbasis pendampingan langsung dan studi kasus akan menjadi pendekatan utama. Setiap pelaku usaha akan didampingi sesuai kebutuhan, mulai dari penguatan produk, pemasaran, hingga akses ke jaringan industri.

Menurut Fauzan, langkah ini penting untuk memastikan UMKM di Gorontalo mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi, sekaligus menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan berkelanjutan.

Kuliah umum ini pun menjadi ruang interaktif antara mahasiswa dan praktisi, sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *