Di Muswil Persis Gorontalo, Prof Atip Soroti Peran Ormas Islam dalam Sejarah Bangsa

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Prof. H. Atip Latipulhayat, SH., LLM., menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam membangun pendidikan dan membebaskan masyarakat dari ketertinggalan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Wilayah Persis Gorontalo yang berlangsung (Selasa 28/04/26) di Aula Wali Kota Gorontalo, penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Dalam sambutannya, Prof. Atip mengulas sejarah panjang lahirnya ormas-ormas Islam di Indonesia yang menurutnya hadir sebagai bagian dari perjuangan melawan kolonialisme.

Ia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1923, Persis konsisten bergerak di bidang pendidikan dan dakwah. Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas umat sekaligus melawan sistem sosial kolonial yang kala itu menempatkan pribumi pada lapisan paling bawah.

“Persis hadir untuk melengkapi kebangkitan umat Islam. Gerakan utama kami adalah pendidikan dan dakwah untuk mencerdaskan umat, karena kemerdekaan sejati adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan kepada Allah SWT,” ujar Prof. Atip di hadapan peserta musyawarah dan tamu undangan.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Perhitungannya

Menurutnya, perjuangan ormas Islam tidak hanya sebatas dakwah keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran intelektual masyarakat melalui pendidikan modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Semua ormas Islam yang hadir ketika itu adalah melawan penjajahan kolonialisme karena itu bertentangan dengan prinsip tauhid. Tauhid adalah membebaskan manusia dari penghambaan terhadap sesama manusia,” katanya.

Prof. Atip juga menyinggung kontribusi besar ormas Islam dalam perkembangan sistem pendidikan nasional. Ia menyebut Persis menjadi bagian dari gerakan pembaruan pendidikan yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum dalam proses pembelajaran.

Baca Juga :  Ketua DPRD Gorontalo Nyatakan Dukungan Penuh untuk Duta Parlemen Remaja 2025

“Persis berdiri dengan gerakan utama dalam bidang pendidikan dan dakwah. Untuk pertama kalinya di pendidikan umum dimasukkan pelajaran agama, dan di pesantren dimasuki pelajaran umum,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Atip yang juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia itu,turut menegaskan bahwa ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Persis, dan Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Muhammadiyah, Persis, dan Nahdlatul Ulama adalah para pendiri republik. Makanya ormas-ormas ini tidak bisa diubah dan tidak bisa dibubarkan,” tegasnya.

Suasana kegiatan semakin hangat ketika Prof. Atip menyelipkan pantun dan apresiasi terhadap budaya Gorontalo. Ia menyinggung burung Maleo hingga filosofi ikan Nike sebagai simbol harapan lahirnya generasi unggul dan berkarakter di daerah tersebut.

Baca Juga :  Daftar Anggaran Kementerian yang Bakal Dipangkas pada 2026
Ketua Panitia Musyawarah Wilayah Persis Gorontalo, Rahman Katili.

Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah Wilayah Persis Gorontalo, Rahman Katili, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan bertujuan memperkuat ekonomi umat sekaligus membina karakter masyarakat Muslim.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Persis serta Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Persis tentang pembentukan panitia musyawarah wilayah.

“Tema kegiatan ini adalah membangun dan menguatkan ekonomi umat serta membina karakter umat Islam agar menjadi Muslim yang tangguh,” ujar Rahman.

Rahman juga menyebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan didukung dari kontribusi anggota serta para donatur dan simpatisan Persis. Di akhir penyampaiannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.

“Atas nama panitia, kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *